Maroeto, sang Pejuang Perintis Kemerdekaan

IMG-20170324-WA0008
JurnalNusantara.com – Tidak benar. Saya bukan pahlawan. Saya hanya pejuang. Saya ikut berjuang bersama pahlawan-pahlawan kita sejak saya muda. Pemuda yang perang dan tewas di Surabaya, pemuda Jakarta yang mati melawan sekutu, pemuda di seluruh Indonesia yang mengorbankan jiwanya, sebenarnya itu yang pahlawan. Tidak ada pejuang yang sesungguhnya yang mau menyebut dirinya pahlawan.

Inilah bunyi kutipan dari Maroeto Nitimihardjo, seorang tokoh nasional dan pejuang perintis kemerdekaan yang selalu konsisten dan berjuang hingga tuntas dalam perjuangannya untuk Indonesia.

Menurut Maroeto, bila ada organisasi mahasiswa di Hindia Belanda yang harus ditulis dengan tinta emas dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, maka itu adalah Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI). Motto yang diperjuangkan anggota PPPI adalah “Hidup hanya sekali, tetapi kemerdekaan untuk selama-lamanya”.

“Islam di Indonesia seperti darah dalam tubuh manusia. Kalau ia digerakkan dengan baik maka tubuh bangsa ini sehat”, kata Tan Malaka.

“Indonesia bisa seperti Vietnam dan China, bahkan akan lebih hebat. Dan yang utama persatuan dan kesatuan kita menjadi sangat kuat. Penderitaan dan perlawanan akan benar-benar mempersatukan kita sebagai bangsa. Tidak peduli siapa yang memimpin atau menjadi presiden, apakah Bung Karno, Bung Hatta, Sjahrir atau Natsir. Sayang kita tidak memakai cara ‘Tan Malaka,” kata Maroeto.

Pakem Tan Malaka adalah melawan kolonilalisme, imperialisme dan kapitalisme harus dengan gerakkan massa rakyat yang teratur. Pemuda harus menjadikan dirinya pemimpin dari gerakan massa rakyat itu.

Buku karya Hadidjojo Nitimihardjo (putra Maroeto Nitimihardjo) ini memiliki 512 halaman yang diterbitkan Kata Hasta Pustaka tahun 2009 mengungkap Rahasia Gerakan Kemerdekaan. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *