Jelang Lebaran, Persediaan Daging Aman

IMG-20170509-WA0016

JurnalNusantara. com – Menjelang bulan puasa dan lebaran tahun 2017 harga daging dan komoditas lainnya mengalami kenaikan. Lalu bagaimana dengan stok benarkah aman?

“Stok aman dalam menghadapi lebaran tahun ini. Belum lagi ditambah daging kerbau sebanyak 50 ribu ton,” Ujar Thomas Sembiring selaku Ketum ASPIDI ketika ditemuai JurnalNusantara.com di Jakarta, pada Selasa (9/5/2017).

Sementara itu menurut Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang pemerintah harus mulai memantau stok daging di lapangan.

“Menteri kan sudah katakan baik daging kerbau India maupun sapi dari Australia kan dipatok tidak lagi diatas Rp 80.000 (daging beku), artinya pemerintah harus pastikan ketersediaan terhitung mulai April pemerintah harus sudah mulai pastikan stok daging ada. Supaya pasar respons positif,” ujar Sarman, dalam Rapimnas Kadin DKI, di Hotel JS Luwansa, belum lama ini di Jakarta.

Dikatakan Sarman harga bakal naik drastis jika pasokan di pasar terbatas. Tapi, apabila pasokan berlimpah, maka yang terjadi sebaliknya.

“Kalau misalnya pasar itu melihat melimpah dan ketersediaan itu ada, akan aman. Kalau ketersediaan sedikit, hal yang akan terjadi dia akan tahan barang. Ia melihat kemungkinan harga naik itu ada karena stoknya kurang. Kalau stok kita berlimpah nggak mungkin dia tahan barang, dia akan jual secara cepat,” terangnya.

Lebih lanjut Sarma mengatakan Kemendag harus memanggil para importir, distributor, dan pelaku usaha untuk memastikan stok daging di daerahnya aman. Jika ada stok yang cukup untuk kebutuhan pasar maka menurutnya tidak ada gejolak harga yang signifikan.

“Ini harus dipastikan pemerintah, Kemendag harus panggil semua importir, distributor pastikan barang di gudang mereka. Buktikan di pasar, saya yakin gejolak itu tidak terjadi,” tambahnya.

Menurut Sarman jika untuk memenuhi kebutuhan daging menjelang lebaran atau bulan puasa harus impor maka pemerintah harus melakukannya dalam waktu dekat karena kebutuhan di bulan puasa bisa 2-3 kali meningkat dari normal.

Dimana konsumsi normal daging bisa mencapai 60 ton per hari untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan industri.

“Kalau ada impor ya sekarang ini, jangan di hari H diimpor. Pastikan 2 bulan sebelumnya, kita masuk hari puasa itu stok kita sudah berlimpah. Kebutuhan 2-3 kali lipat sudah tersedia agar tidak terjadi gejolak harga daging,” tamdasnya.(han)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *