Ketum IPI: Tingkatkan Kualitas Pendidikan Akhlaq dan Ekonomi

IMG-20170806-WA0030-640x480

JurnalNusantara.com – Ketua Umum Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI) KH RK Zaini Ahmad berharap DPW IPI Provinsi Sumatera Utara bisa membawa laju perkembangan peningkatan kualitas kuantitas pendidikan dan pesantren utamanya Akhlaq dan ekonomi santri yang dicapai semakin meningkat, sejalan dengan visi Ikatan Pesantren Indonesis yaitu terwujudnya pesantren  yang unggul dan mandiri, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, serta pembinaan akhlak karimah.

Harapan tersebut disampaikannya saat acara pelantikan ketua DPW terpilih KH DR Dedi Masri, Lc dan Pengurus Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pesantren Indonesia (DPW IPI) Provinsi Sumatera Utara masa khidmad 2017-2022 di Ballroom Hotel Madani Syariah Jalan SM Raja, Medan Jum’at (4/8).

“Penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada Agama, Bangsa Negara dan  Umat yang menjadi trademark setiap Pesantren khususnya pendidikan Akhlaq harus dimaknai dalam konteks pengintegrasian iman, ilmu dan amal.” ujar Zaini.

IPI, lanjut Zaini, harus mampu melahirkan Pesantren-pesantren yang unggul, berakhlak karimah, memiliki kemandirian dan daya saing yang unggul. Pengasuh Pondok pesantren Al Ikhlas Pasuruan Jawa Timur ini juga mengharapkan agar terus melakukan transformasi dan pencerahan nilai-nilai Islam bagi umat luas serta membantu mendorong meningkatkan kualitas dan akuntabilitas tata kelola Pesantren

“Secara kelembagaan maupun dari aspek SDM, setiap Peantren yg tergabung dalam IPI harus selalu meningkatkan kompetensi dan keunggulannya di berbagai bidang yang dibutuhkan masyarakat”, ujarnya.

Ketum DPP IPI juga berharap agar bisa menjaga keseimbangan antara pengembangan aspek Keagamaan dan aspek management dalam mengelola pendidikan dan pesantren agar tetap teguh dslam meneguhkan tradisi pesantren ke era digital ini. Dari aspek akademis, IPI diharapkan bisa menjebatani pengembangan pondok pondok pesantren yang belum mampu mengembangkan sendiri dikarenakan keterbatasan SDM maupun biaya.

DPW IPI Sumatera Utara, tambah Zaini, tidak hanya sekedar membentuk pengurus IPI tapi harus bisa melahirkan kader-kader umat yang akan memajukan dakwah, pendidikan dan kehidupan sosial ekonomi umat Islam seiring dengan tuntutan zaman. Karena DPW IPI tentu belum dipandang berhasil menjalankan misinya di tengah masyarakat, kalau hanya menghasilkan pengurus DPW yang mendapat pengakuan DPP tapi tidak mendapat pengakuan dari masyarakat.

“Seorang santri akan mendapat pengakuan masyarakat jika menghasilkan amal jariyah dan presetasi yang bermanfaat di tengah umat dan bangsanya”, kata Gus Zaini.

Masih menurut Ketum DPP IPI, salah satu persoalan aktual saat ini adalah upaya meningkatan kualitas santri sebagai anak didik pesantren dan membuka akses yang luas bagi lulusan Pesantren dan madrasah untuk mengenyam pendidikan tinggi sesuai bakat dan potensinya dengan biaya yang terjangkau.

Ketum DPP IPI mengingatkan kepada seluruh pengurus DPW  IPI SUMUT agar melakukan peran nyata dalam mensukseskan organisasi dengan memperhatikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan management dan menjauhi perilaku tercela yang dapat merugikan negara atau secara moril merusak nama baik IPI di mata masyarakat.

Sementara itu, ketua DPW terpilih KH DR Dedi Masri, Lc mengatakan, “Sejalan dengan hal itu, ketua DPW IPI Provinsi Sumatera Utara, kami siap akan terus berupaya memberikan dukungan, pembinaan, serta meningkatkan mutu pada pondok pondok pesantren di wilayah sumatera utara sesuai amanah mandat yg diberikan  pada kami”, ucap KH Dedi Masri

Tampak hadir dalam acara tersebut TGB KH DR Zainul Mandji Gubernur NTB, Direktur Ormas DirJen PolPum Kemendagri, kababintal mewakili Pandam I Bukit Barisan, Dir Binmas Polda Sumut, GM PLN Area SUMUT, GM PLN UIP II Subagut dan Syamsul Arifin mantan Gubernur Sumut. (my)

 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *