Thomas Sembiring: Tidak Setuju Importir diwajibkan Membangun Peternakan Sendiri

IMG-20170915-WA0055
JurnalNusantara.com – Kementerian Perdagangan menganjurkan para importir daging sapi untuk mulai membangun peternakan sendiri guna mendapatkan izin impor di masa mendatang. Pasalnya, itu akan menjadi salah satu syarat dan kompensasi bagi pemerintah untuk memberikan izin impor sapi di masa mendatang.

“Kompensasinya mereka harus beternak, maka kami akan memberikan kuota (impor sapi),” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita kepada wartawan kepada sejumlah media di Jakarta.

Pernyataan Mendag tersebut mendapat tanggapan dari Ketum Aspidi,Thomas Sembiring.menurutnya hal ini sangat memberatkan para importir.Mengapa?

“Meskipun memberikan lahan dan modal belum tentu para importir menerimanya,”ujar Thomas Sembiring kepada JURNALNUSANTARA.COM,pada Kamis (14/9/2017) di Jakarta.

Dikatakan Thomas jika peraturan tersebut dilaksanakan akan sangat memberatkan.

“Tahun depan 2018 banyak para importir akan menutup usahanya,”tegasnya.

Sementara itu Mendag mengatakan, importir harus menyiapkan rencana lima tahun pembangunan fasilitas pembiakan sapi kepada pemerintah sebagai prasyarat untuk menerima izin impor.

“Perdagangan akan mengeluarkan regulasi khusus untuk bisa segera menerapkan kebijakan ini,”imbuhnya.

Seperti diketahui Kementerian Pertanian menghapus kewajiban importir untuk menyerap daging sapi lokal sebesar 3 persen dari total kuota impor yang diperoleh Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 34 Tahun 2016 tentang Pemasukan Karkas, Daging, dan Olahannya ke Wilayah Indonesia.

“Pemerintah menetapkan kuota impor sapi bakalan sebanyak 600 ribu ekor untuk tahun ini, melanjutkan kebijakan serupa pada tahun lalu yang sebanyak 617 ribu ekor,” tandasnya.(han)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *