HUT TNI ke-72, FSI : Kembalikan Dwifingsi ABRI/TNI

IMG-20171004-WA0080_crop_719x780-359x389
JurnalNusantara.com – Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-72, Forum Syuhada Indonesia (FSI) mengeluarkan maklumat menyikapi situasi dan kondisi sosial, politik, hukum dan keamanan NKRI akhir-akhir ini.

Abu Aksan, anggota FSI mengungkapkan beberapa isu yang berkembang sebagaimana yang masih teringat diantaranya lepasnya Timur Leste sebagai gagalnya diplomasi, Amandemen ke-4 UUD yang dinilai sebagai pengkhianatan konstitusi.

Pada saat yang sama, lanjutnya, PN Denhag menyatakan Indonesia kalah dalam diplomasi dan harus rela melepaskan Sipadan dan Ligitan. Penjualan aset sebagai bentuk salah urus dalam menerapkan sistem, disintegrasi bangsa akibat bangkitnya komunisme dan maraknya penistaan agama dan tidak adanya hukum yang berkeadilan.

“Maklumat ini juga dikeluarkan kami dalam rangka menjaga NKRI dari disintegrasi. Dengan ini kami mendesak dikembalikannya dwifungsi ABRI/TNI untuk menjaga wilayah kesatuan NKRI,” ucap Abu, dalam jumpa pers, Rabu (4/10/2017) di Menteng Jakarta.

Kami dari FSI, meminta hapuskan komunis dan kembalikan dwifungsi ABRI/TNI serta menjaga bangsa Indonesia dari sasaran empuk bangsa asing yang mencoba mengadu domba. Harapan kami juga kepada TNI agar menjaga parlemen dan agar mengembalikan UUD 1945. FSI selalu mendukung TNI dalam mempertahankan keutuhan NKRI,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *