Penyesuaian Tarif KA Ekonomi Subsidi, KAI Tanggung Selisih Biaya Rp30 Miliar

IMG-20171004-WA0077
JurnalNusantara.com – PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menginformasikan pemberlakukan tarif public service obligation (PSO) atau bersubsidi untuk KA ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi yang mulai pemberangkatannya Januari 2018.

“Bagi masyarakat pengguna jasa kereta api (KA) ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi, mulai keberangkatan tanggal 1 Januari 2018, ada beberapa tarif KA ekonomi yang dimaksud akan mengalami pemyesuaian tarif,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro dalam keterangan persnya, Rabu (4/10).

Hal ini, kata Edi, merupakan perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Perhubungan No. 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (PSO). 

“Ya semula kan tarif beberapa KA ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi tersebut ada pada Peraturan Menteri Perhubungan RI No.42 tahun 2017.Jadi ada penyesuaian tarif dan berlaku pada PM No.35 itu,” ungkapnya.

Tentunya, dengan penyesuaian tarif KA ekonomi jarak sedang dan jauh bersubsidi tersebut, PT KAI akan menanggung selisih atas pemberlakuan tarif sebesar Rp30 miliar.

Lebih lanjut Edi menjelaskan, pemberlakuan PM 42 Tahun 2017 ini yang seharusnya berlaku mulai tanggal 7 Juli 2017 namun atas instruksi Pemerintah akhirnya baru akan diterapkan pada KA-KA PSO dengan keberangkatan 1 Januari 2018 mendatang. “Dan pemesanan tiketnya mulai dapat dilakukan pada 2 November 2017 untuk keberangkatan 1 Januari 2018 (H-60) di seluruh channel resmi penjualan tiket KA,” jelasnya.

“Penyesuaian tarif ini diberlakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa KA ekonomi bersubsidi. Dan totalnya terdapat 20 rute perjalanan KA yang mengalami penyesuaian tarif,” tutup Edi. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *