Pelaku Usaha Wajib Lapor KPPU Bila Ingin Merger dan Akuisisi

IMG-20171030-WA0037
JurnalNusantara.com – Komisioner KPPU Kamser Lumbanraja mengatakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mewajibkan pengusaha melapor sebelum melakukan merger atau akuisisi. Ini akan diatur dalam revisi Undang-Undang (UU) nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan USaha Tidak Sehat.

Menurut Kamser, di banyak negara telah mewajibkan pelaku usaha yang hendak melakukan merger untuk memberitahukan rencana merger dan akuisisinya terlebih dahulu kepada KPPU sebelum merger atau akuisisi atau dikenal dengan istilah pre merger notification. “Undang-undang yang berlaku sekarang adalah merger dulu baru notifikasi untuk dinilai berpotensi apa tidak perusahaan tersebut,” ungkap Kamser saat dihubungi wartawan belum lama ini di Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta.

“Merger dan akuisisi itu diatur KPPU, pre merger notification, melakukan notifikasi ke KPPU sebelum merger. Makanya saya setuju notifikasi merger itu dilakukan sebelumnya, jadi sebelum melakukan merger dilaporkan dulu. Cuma ini aturannya juga harus jelas,” katanya.

Dan untuk pelaporan pre merger notification tidak boleh berlama-lama. Karena semua itu harus melapor dulu ke KPPU, kemudian prosesnya lama, sehingga niat merger atau akuisisi malah batal.

“Jangan kemudian berlama-lama sehingga orang nggak jadi merger atau jadi orang malah malas,” ucap dia.

Selain itu, dalam peraturan yang lama, pre merger notifications hanya dilakukan untuk mengajukan izin merger atau akuisisi sebuah perusahaan. Dalam usulan revisi ini ada tambahan poin, di mana pembelian aset juga harus melapor terlebih dahulu kepada KPPU.

“UU yang lama, peraturan lama, merger itu yang dilihat sahamnya, sekarang itu aset, jadi kalau perusahaan A, mau beli atau jual aset juga harus lapor dulu. Jadi ini pun harus jelas dulu,” tandasnya. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *