Indonesia Butuh Strategi Atur Laju Ekonomi

IMG-20171120-WA0044
JurnalNusantara.com – Untuk tetap menjaga pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dibutuhkan strategi dalam menjaga dan mengatur laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dari berbagai sisi. Peran pemerintah sebagai pengambil kebijakan dan stabilisator memiliki kewenangan dan hak untuk melakukan pengaturan Ekonomi secara menyeluruh.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, DR. Michael Wattimena, SE., MM. yang menyampaikan pentingnya Economic and Business Knowlegde dalam era digital dan globalisasi saat ini dalam seminar nasional Economic and Bisnis Knowlegde : Salah Satu Pilar Pembangunan Ekonomi Bangsa di Kampus Fakuktas Ekonomi Bisnis UPI YAI, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

“Dengan Economic and Business Knowlegde, para pebisnis dapat memprediksi perubahan kebijakan dan pasar dalam dan luar negeri, juga pengaruh Ekonomi global,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerangka institusi dalam pemanfaatan pengetahuan dan pengembangan jiwa wirausaha, Masyarakat yang terdidik dan terlatih, sistem infrastruktur teknologi dan inovasi serta teknologi informasi dan komunikasi merupakan 4 Pilar dasar penilaian dalam Economic and Business Knowlegde.

Selain itu, lanjut Michael, pengembangan SDM sekarang ini menjadi faktor inti mencapai sustainable economy growth dan strategi utama Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi. Penerapan pengetahuan (Knowlegde) dapat mendorong peningkatan return on investement dengan kemampuan menstimulasi efisiensi metode produksi dan menciptakan produk baru yang inovatif.

“Dalam hal ini, maka Indonesia harus melakukan investasi di bidang pengetahuan (Knowlegde) secara berkelanjutan untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi negara,” ucapnya.

Untuk dapat menerapkan Economic and Business Knowlegde, jelasnya, Indonesia perlu mempersiapkan kebijakan anggaran yang masif dsn regulasi yang kuat. Anggaran belanja negara yang tembus hingga 2.000 triliun cukup masif untuk menyiapkan infrastruktur yang memberikan multiplier effect yang bagus bagi masa depan Ekonomi dan Bisnis. Alokasi dana pendidikan sekitar 400 triliun (20%) pada 16 lembaga akan terlihat 10 – 20 tahun yang akan datang. (My)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *