Aparat Keamanan Diminta Persuasif Tangani Papua

images_crop_344x253
JurnalNusantara.com – Terkait kondisi terkini di Papua, Presiden Joko Widodo menerima laporan sejumlah persoalan dari Staf Khusus Presiden untuk Papua Lenis Kogoya, diantaranya masalah harga BBM dan keamanan.

Lenis menyampaikan hingga saat ini masih terjadi gejolak terkait isu politik dan Organisasi Papua Mandiri (OPM). Ia meminta aparat penegak hukum bertindak tegas sesuai fakta di lapangan.

“Saya minta TNI dan Polri bekerjasama melalui pendekatan persuasif dengan masyarakat Papua agar tidak terjadi kekerasan,” ujar Lenis.

Ia menilai, masalah keamanan tidak terlepas dari masalah Freeport yang belum tuntas. Masyarakat adat selama ini hanya diberi satu persen oleh Freeport yang dibagikan untuk tujuh suku. Oleh karena itu, masyarakat setuju dengan kebijakan divestasi 51 persen saham.

Sementara itu, sebagaimana dikutip suarapapua.com, John Gobay, ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai meminta Kapolda Papua untuk berhati-hati dalam melakukan tindakan tegas. Hal itu disampaikan Gobay karena ia khawatir masyarakat sipil yang tidak tahu menahu jadi korban.

Sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas dan terukur terhadap anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayahnya yang sudah satu minggu terakhir ini melakukan aksi penembakan dan teror di tengah masyarakat.

Boy mengatakan, anggota KKB mulai mempengaruhi masyarakat yang ada di Kampung Utikini. Selain meresahkan masyarakat, aksi teror juga mengganggu karyawan PT Freeport. Penyerangan yang dilakukan KKB sudah tidak bisa ditolelir, mulai dari penembakan terhadap anggota kepolisian hingga mengakibatkan satu anggota tewas, penembakan terhadap mobil ambulans milik Freeport, pembakaran camp milik warga setempat serta yang baru saja terjadi yakni, penembakan Pos Satgas Brimob dan Mapolsek Tembagapura. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *