Peduli Glaucoma, YGI Gelar Quiz Untuk Umum

IMG-20171129-WA0007
JurnalNusantara.com – Glaukoma, penyebab kebutaan tertinggi ke dua setelah katarak, di Indonesia maupun di dunia, merupakan masalah sosial. Penanggulangan kebutaan tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Kesehatan saja, tetapi harus dilaksanakan bersama lintas sektoral terkait, swasta, dan masyarakat, untuk itu beberapa tokoh masyarakat yang peduli tentang Penyakit Glaucoma mendirikan Yayasan Glaukoma Indonesia (YGI).

“Salah satu upaya sosialisasi tentang Glaukoma, YGI kini menggelar Quiz seputar penyakit Glaukoma, peserta terbuka bagi warga Indonesia di seluruh daerah, dengan cukup mendaftar lewat websitewww.glaukoma.or.id dan masuk ke Quiz, disitu bisa mendaftar dan akan memperoleh pertanyaan seputar Glaukoma,” ucap Ketua Yayasan Glaukoma Indonesia, Arleen Djohan, SH, Rabu (29/11/2017) di Jakarta.
 
Saat ini sudah 200 peserta yang mendaftar, namun pendaftaran masih terbuka, ini dalam upaya memberitahukan pada masyarakat luas, akan pentingnya deteksi dini terhadap penyakit mata glaucoma penyebab kebutaan permanen. Untuk pemenang juara 1 akan memperoleh hadiah uang 30 Juta Rupiah, juga II mempeleh 20 Juta dan juara III memperoleh uang tunai 10 Juta, silahkan bagi masyarakat juga Mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam Quiz World Glaukoma Week, papar Arleen Djohan, SH.

“Saat ini seluruh peserta harus menjawab pertanyaan yang dikirim panitia, dan akan dilakukan seleksi awal atau penyisihan, pertanyaan cukup mudah multi polchoise dan mengirim foto, karena jawabannya juga sudah tersedia, nantinya akan dilanjutkan ke babak Semifinal dan akan diambil 50 orang dengan harus menjawab 5 pertanyaan, dan akan disaring menuju penjaringan Finalis, bagi masyarakat yang tertarik silahkan turutserta, dibuka hingga 30 November 2017,” tegasnya.

Quiz World Glaukoma Week ini, lanjutnya digelar juga dalam upaya menyadarkan masyarakat serta memberikan kesadaran akan resiko Glaukoma, karena kebutaan karena penyakit Glaukoma akan berdampak pada kebutaan permanen, karena itu semua orang harus tau, kalau memang ada yang terkena Glaukoma maka harus jaga, jangan sampai ruas panjang menjadi menyempit, kalau masyarakat memahami, maka jika menderita Glaukoma harus menjaga aturan yang benar, ke dokter yang benar dan meminum obat yang benar, Kalau seseorang sudah tau, maka harus mawas diri.

Sementara itu, Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), KP Norman Hadinegoro menegaskan, bahwa Pernusa juga akan turutserta dalam kegiatan bhaksos bersama Yayasan Glaukota Indonesia dan Lions Club, yaitu pemeriksaan mata dan bantuan kaca mata, pemeriksaan mata secara dini diharapkan akan membantu anak-anak SD maupun SMP untuk lebih waspada dalam menggunakan HP/Android maupun Komputer agar tidak berlebihan, kita juga akan memberikan penyuluhan tentang penyakit mata. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *