Pemerintah Target Wujudkan lndonesia Bebas BABS Pada 2019

IMG_20171129_104255
JurnalNusantara.com – Pemerintah lndonesia menetapkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 untuk tarcapainya akses universal 100% air minum, 0% tanpa kumuh, dan 100% akses sanitasi yang layak. Berdasarkan Susenas 2016, akses sanitasi layak lndonesia telah mencapai 67.2%. Meskipun demikian, masih terdapat 54,3 juta atau 46,43% penduduk perdesaan yang belum memiliki akses sanitasi layak. Berdasarkan seluruh penduduk-Indonesia, 11,08% diantaranya masih melakukan praktek buang air besar sembarangan. Diperlukan percepatan hingga 3 kali lipat untuk mencapai akses universal pada tahun 2019.

Direktur Kesehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan, dr. lmran Agus Nurali mengungkapkan, Sejak tahun 2005, Kementerian Kesehatan bersama dengan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat serta Kementerian Dalam Negeri mengusung konsep Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sebuah pendekatan pembangunan sanitasi di Indonesia yang perlahan berubah dari pendekatan berbasis subsidi dan kontruksi menjadi berbasis partlsipasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Salah satu hasil penelitian mengungkapkan bahwa keberhasilan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dipengaruhi oleh akses/ketersediaan sanitasi, pengetahuan, dukungan sosial, sikap dan keyakinan masyarakat, misalnya untuk tidak melakukan BABS,” kata Imran dalam temu Media bertema ”Praktik Baik Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dari Pegunungan Tengah Papua”, Rabu (29/11/2017) di Jakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Tri Dewi Virgiyanti, Direktur Perkotaan, Perumahan, dan Permukiman, Kementerian PPN/BAPPENAS mengatakan kunci keberhasilan sanitasi tahun 2019, dalam rangka pencapaian universal access di bidang sanitasi pada 2019 nanti, dibutuhkan beberapa Iangkah yang harus dilakukan.

“Yang utama adalah peningkatan kesadaran masyarakat, seperti melalui edukasi, advokasi, sosialisasi dan promosi/kampanye yang didukung Pemda. Bappenas melakukan koordinasi dan perencanaan program terkait untuk membantu Pemda setempat.” jelasnya.

Sementara itu, Laura Hukom Direktur Pengembangan Transformasi WVI mengatakan, sejalan dengan pencapaian target RPJMN, Wahana Visi lndonesia (WVI) sebuah yayasan fokus anak juga memiliki program yang fokusnya pada sanitasi untuk menciptakan budaya hidup sehat di lebih dari 30 wilayah dampingannya Tercatat ada 69.206 anak telah menerima manfaat dari program WASH (Water, Sanitation and Hygiene), 2.354 rumah tangga mendeklarasikan 585, 1.257 rumah tangga memiliki akses air bersih, dan 888 rumah tangga membangun WC umum.

”Proses pemicuan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dilakukan oleh WVI bersama dengan masyarakati Kegiatan oni dapat menggugah semangat para tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian pada peningkatan kualitas kesehatan di wilayah tinggal mereka. Contohnya Pak Yali Inggibai dari Desa Air Garam, Jayawijaya, Dahulu anak anak di desa Manda & Air Garam sering kali meninggal akibat diare. Namun sejak ada WC yang dibangun oleh Pak Yali dan masyarakat, tingkat kematian anak di desa Manda & Air Garam menurun drastis.” ungkap Laura.

Meski harga semen di pegunungan tengah Papua ini hampir 10 kali lipat dari harga semen di Jawa, hal ini tidak mengurungkan semangat Pak Yali dalam membangun jamban. Abu dapur bekas sisa kayu bakaran ternyata dapat dialihfungsikan menjadi semen. Kini lebih dari 130 jamban rumah tangga dan 5 jamban umum telah dibangun oleh Pak Yali. Desa Manda & Air Garam juga telah disertiflkasI menjadi hampir desa pertama dI pegunungan tengah Jayawijaya sebagai desa Bebas BAB Sembarangan sejak tahun 2015.

“Saya senang melihat keadaan di desa saya sekarang ‘lebih bersih. Anak anak tidak cepat meninggal karena diare. Sejak ada jamban mini, setiap penduduk yang masih BABS kita kenakan denda 300 ribu. Sejak tahun 2015 hingga sekarang tabungan ini tidak bertambah. Bahkan permintaan pembangunan jamban makln banyak d. ri desa tetangga. Saya berharap semakin banyak desa yang punya jamban llni di Papua.” Ungkap Yali lnggibal, pejuang jamban dari pegunungan tengah Papua yang baru saja mendapatkan penghargaan dari sebuah instansi pemerhati kesehatan di Jakarta.

Harapan mewujudkan Indonesia yang bebas dari BABS menjadi semangat bersama bagi seluruh pihak termasuk di dalamnya pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan. dan masyarakat itu sendlri. Setiap partisipasi disatupadukan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat untuk kemajuan kualitas kesehatan anak Indonesia. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *