Tiga Tahun Tinggalkan Rumah dan Alami Kekerasan, Wanita Flores Akhirnya Bertemu Keluarga

IMG-20171202-WA0005
JurnalNusantara.com – Setelah tiga tahun meninggalkan rumah untuk untuk mengadu nasib di Jakarta, wanita asal Flores ini akhirnya bisa bertemu keluarga. Ia sempat mengalami kekerasan oleh majikannya hingga jatuh dan terluka saat menjadi assisten rumah tangga.

Kekerasan itu mengakibatkan dirinya kesulitan berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain. Ia pun digaji tak sesuai dengan perjanjian yang awalnya akan diberikan gaji dua juta perbulan ternyata hanya dibayar 700 ribu.

Wanita itu pun kabur dari rumah majikannya. Karena mengalami kesulitan berkomunikasi ia malah telantar dan menggelandang di Jakarta.

“Ketika wanita bernama S (19) ini hidup menggelandang di Jakarta, petugas dari Dinas Sosial menjangkaunya dan membawanya ke panti kami,” ujar Hariyanto Kepala Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih milik Dinas Sosial DKI Jakarta saat dihubungu pada Sabtu (2/12).

Ia melanjutkan, selama beberapa tahun belakangan ini, S mendapatkan pelayanan dan pembinaan di panti tersebut.

Pihaknya juga berupaya mendapati identitasnya agar diketahui keberadaan keluarga dan alamat rumahnya.

“Gadis asal Flores itu kini bisa bertemu dengan keluarga berkat media sosial yang berkesinambungan dengan pekerja sosial di panti,” ungkap Hariyanto.

Saat diidentifikasi awal, S sangat sulit untuk dimintai informasi asal-usulnya. Namun usaha pekerja sosial dan satuan pelaksana pembinaan dan pelayanan yang melakukan konseling bertahap agar keterangan tentangnya bisa lengkap.

Setelah informasi itu lengkap, kata Hariyanto, pihaknya pun menyebarkan berita orang hilang melalui media sosial. Mulai dari facebook hingga group Whatssapp, salah satunya group di perkumpulan warga Flores.

“Jadi petugas kami sebarkan foto S ini ke group orang Flores, kemudian dengan sigap mereka kabarkan juga ke saudara-saudara mereka hingga kepala desanya,” ujar Hariyanto.

Akhirnya informasi orang hilang itu pun sampai ke pihak keluarga. Saudara dari S mendapat info itu dan diteruskan ke keluarganya. Mereka lalu mengontak panti dan segera menjemputnya.

“Saat ini ia telah dijemput dan dapat kembali merasakan kehangatan keluarga,” kata Hariyanto. (DS)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *