Disabilitas Berhak Diperlakukan dan Diberi Kesempatan yang Sama

IMG-20171206-WA0017
JurnalNusantara.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2017 di Panti Sosial Bina Grahita Belaian Kasih milik Dinas Sosial DKI Jakarta. Peringatan yang digelar pada Rabu 6 Desember itu diikuti oleh 400 orang yang berasal dari panti-panti disabilitas di DKI Jakarta.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan mengemukakan, Pemerintah DKI Jakarta selalu berupaya memberikan perhatian dan pemenuhan hak penyandang disabilitas. Salah satunya dengan mengupayakan setiap fasilitas bangunan dilengkapi aksesbilitas bagi penyandang disabilitas.

“Meskipun kami mengakui bahwa belum semua fasilitas tersebut terpenuhi. Namun upaya itu akan terus-menerus kami lakukan,” ujar Masrokhan saat memberikan sambutan.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 0,14 persen dari penduduk DKI yang berjumlah 10,3 juta jiwa. Jadi sekitar 14.131 jiwa penyandang disabilitas di DKI Jakarta.

Hal itu ditambah dengan 3.054 orang penyandang disabilitas yang berada di panti sosial milik Dinas Sosial DKI Jakarta. Jumlah tersebut cukup banyak dan perlu mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah daerah.

“Kami meminta kepada Gubernur agar ikut serta menggaungkan kesadaran warga terhadap disabilitas agar mereka diperlakukan sama dan diberi kesempatan yang sama,” kata Masrokhan.

Dalam peringatan tersebut, Dinas Sosial DKI Jakarta memberikan apresiasi terhadap prestasi Atlet Paraplegi dalam Jambore TIK 2017, apresiasi prestasi atlet renang dalam Papernas 2017 dan apresiasi atlet renang NPC Paralimpic Community 2017.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan, peringatan yang diadakan setiap tanggal 3 Desember ini untuk merefleksikan upaya-upaya yang telah dilakukan penyandang disabilitas.

“Sebenarnya saya agak kurang sreg dgn nama disabilitas, tapi memang itu nama resminya. Saya lebih suka menggunakan bahasa difabel. Difabelitas. Different Ability. Artinya mereka memiliki perbedaan,” ujar Anies Baswedan.

Jadi dengan ability yang berbeda mereka memiliki ketangguhan yang luar biasa. Dengan kemampuan itu mereka tetap tangguh dan berprestasi.

“Mereka sebenarnya tidak butuh belas kasih, dan bantuan-bantuan itu. Tapi perlakuan yang setara, kesempatan bekerja, berkarya. Itu harus kita dorong. Jakarta juga menjadi kota layak penyandang difabilitas,” tandas Anies.

Ia pun mengajak warga agar peduli. Kesadaran warga untuk merespon secara positif para difabel. Bahwa mereka memiliki ability yang berbeda. Para difabel juga mesti terlibat dalam kegiatan di masyarakat.

“Peringatan ini memiliki pesan bahwa para difabel bukan orang yang memiliki kekurangan tapi kemampuan yang berbeda,” kata Anies.

Ia pun mengucapkan terima kasih bagi mereka yang bekerja di panti. Mereka yang terlibat dalam merawat penyandang difabel. Mereka punya passion dan bekerja dengan hati.

“Mereka mengurusi dengan betul-betul keikhlasan. Bukan cuma karena ikatan profesional saja, tapi emosional,” ujar Anies. (DS)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *