Masuknya Musik Modern, Marsada Berharap Lagu Batak Masuk Kurikulum Pendidikan

IMG-20171220-WA0001
JurnalNusantara.com – Bangkitkan kembali lagu-lagu daerah menjadi impian dari salah satu grup musik asal pulau Samosir Batak ini.

Walaupun berawal dari cafe ke cafe, tidak surut dari keinginan serta komitmen yang bulat untuk membesarkan lagu daerahnya, bukan saja di Indonesia akan tetapi didunia International.

Marsada Band mungkin tidak sebesar grup musik dari tanah Batak lainnya yang sudak melejit di blantika musik Indonesia seperti, Masnait, Panbers dan lainnya. Tapi grup musik dari pulau Samsosir ini mempunyai komitmen yang perlu didukung dari segenap para pemusik ditanah air.”Banyak musik modern, dan kita ingin mengangkat kembali musik etnik batak
walaupun banyak musik modern,” kata salah satu anggota Marsada Band, Amput saat dihubungi wartawan, Selasa (19/12).

Menurut Amput, setiap anak daerah pastinya mencintai kesenian budaya dan bangsa sendiri. Marsada Band yang dibentuk berawal dari kumpul-kumpul di warung tuak ini, sudah sepakat untuk menjaga dan melestarikan budaya etnik Batak. “Kita sudah sepakat, walaupun banyak benturan dari pegiat seni tapi kita komitmen tetap menjaga musik etnik batak,” ungkapnya.

Walau berawal dari menyanyi dari cafe ke cafe, namun Marsada telah mempunyai album tahun 2004 yang sebelumnya telah melakukan pertama kali rekaman pada tahun 2003. Kemudian rekaman tersebut, dibawa ke Inggris dan dipromosikan dinegara yang berbentuk kerajaan itu.

“Album pertama yang dirilis pada tahun 2004 dengan lagu hitsnya yang sudah dikenal masyarakat antara lain, Maria, Boasa Ma, Mataniari Binsar (Matahari Terbit), Rosita,” ungkapnya.

Dan Mei 2004, Marsada diundang meramaikan perhelatan Summer Party oleh WOMAD (World Organisation Music Art & Dance). Kemudian tahun 2005, Marsada kembali di undang oleh WOMAD untuk berkolaborasi dengan musisi Senegal dan musisi Madagaskar selama tur keliling Inggris. Selama 40 hari Marsada telah tur keliling Inggris, Wales & Skotlandia untuk mengikuti festival musik dunia.

Dari kecintaannya terhadap lagu daerah, Marsada Band menginspirasikan untuk generasi muda, agar memainkan dan mencintai musik daerahnya masing-masing seperti, etnik batak agar tetap eksis didunia musik.

Selain itu, Marsada juga berharap agar pendidikan musik daerah dibuatkan kurikulumnya khususnya musik daerah Batak, pasalnya lagu-lagu daerah sudah banyak yang tenggelam dengan masuknya musik modern.

“Semoga di setiap sekolah ada kurikulum musik Batak agar generasi muda bisa melestarikan budaya Batak,” harap Amput. Terlebih agar generasi muda mencintai musik daerahnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *