Berita Hoax Dinilai Masih Akan Terjadi di Pilkada Serentak 2018

IMG-20180109-WA0011
JurnalNusantara. com – Penyebaran berita hoax sebagai bentuk kampanye hitam dinilai masih akan terjadi di Pilkada Serentak 2018. Para kandidat dan tim suksesnya masih akan menggunakan cara lama ini untuk menjatuhkan lawannya.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan mengatakan, di masa puber media sosial (medsos) merangsang setiap yang mengekspresikan beragam cara untuk eksis. Menurutnya, walaupun sudah ada undang-undang yang mengaturnya pubertas medsos sering mengalahkannya.

“Apalagi dalam kontestasi politik, peluang untuk perang hoax akan tetap terjadi,” ujar Bakir, Selasa (9/1/2019).

Bakir menilai, hal ini dimungkinkan karena belum adanya kontrol dan tindakan yang tegas dan konsisten terhadap pelaku hoax. Terlebih belum kuatnya kesadaran masyarakat untuk menolak hoax atau menempatkannya sebagai sampah. 

“Apa yang sesuai dengan kepentingannya, walaupun itu hoax, akan diaminkan dan diviralkan,” pungkasnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *