Badan Jasa Karantina Pertanian Gunakan Sistem Terbaru Iqfast Demi Meningkatkan Pelayanan

IMG-20180111-WA0000
JurnalNusantara.com – Dalam rangka untuk meningkatan pelayanan jasa karantina pertanian dan mengingat belum teregisternya seluruh pengguna jasa tetap karantina pertanian, maka dengan ini Badan Karantina Pertanian melakukan perpanjangan registrasi pengguna jasa karantina serta penerapan sistem pelayanan karantina baru (Iqfast). Registrasi ini merupakan upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan ID.

“Pengguna jasa/perusahaan sebagai komitmen Pemerintah dalam upaya memberikan perlindungan kepada pengguna jasa karantina pertanian.” ujar Mulyanto Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Departemen Pertanian Kepada JURNALNUSANTARA.COM belum lama ini di Jaakarta.

Dikatakan Mulyanto guna meningkatkan dalam proses pelayanan bahwa memang harus ada perubahan didalam kebijakan yang tadinya kita menggunakan sistem (iqfat) kini kita rubah menjadi menggunakan sisitem (iqfast) tujuannya adalah untuk memberikan dibidang pelayanan supaya lebih baik khususnya pelayanan sertifikasi.
IMG-20180111-WA0001

“Beberapa sistem yang ada di (iqfat) saat ini kita sesuaikan dengan perkembangan teknologi yang ada atau teknoligi yang terkini dan juga kita dalam rangka mencari solusi terkait dengan dwelling time,” tambahnya.

Menurut Mulyanto ide ini berawal dari sistem yang memang tadinya tidak ada di sistem (iqfat) sekarang ini justru diadakan pada Sistem (iqfash) antara lain  contohnya misalkan apabila pengisian – pengisian ada yang salah begitu ya terus hingga tidak bisa dikoreksi yang sekarang ini masih bisa direvisi.

“Kemudian juga saya kurang tau teknisnya, tapi yang jelas mengenai upluted segala itu justru sudah dikenal pada sistem (iqfash) dibandingkan dengan sistem (iqfat) waktu itu belum mengenalnya,” urainya.

Sementara itu disinggung terkait dampaknya DwellingTime Mulyanto menegaskan bahwa, dengan adanya sistem (iqfast) ini mudah-mudahan akan lebih cepat terhadap pihak ketiga sendiri atau pelaku bisnis sehingga pelayanan akan lebih memudahkan, karena dokumen asli yang tadinya kita minta persyaratannya ada di depan dalam permohonan harus dilampirkan aslinya, maka saat ini tidak perlu lagi, kini kita tarik kebelakang pada saat mau merilis baru kita lihatkan dokumen aslinya.

“Kalau dulu terhambatnya karena harus menunggu melihat dokumen aslinya klo sekarang ini kita layani dulu baru kita koreksi dokumen aslinya,”terangnya.

Sedangakan untuk target pemberlakuannya menurut Mulyanto memang targetnya seharusnya sudah 4 bulan yang lalu harus di jalankan akan tetapi kita masih adanya penyempurnaan yang tadinya kita laksanakan pada bulan Januari 2018 ini justru kita mundurkan pada awal bulan Februari.

“Karena kami masih sering ada kendala ternyata terutama masih belum kita sosialisasikan ke seluruh stakeholder atau para pelaku bisnis disamping itu teknisnya di internal kami masih ada kendala pada sisitemnya atau aplikasinya dan sistem management operasional itu kendala di internal kami.namun semua itu kita sambil jalan terus  kita perbaiki sampai sekarang,”terangnya.

Apalagi tambah Mulyanto kita saat ini sedang uji coba dengan pihak ke tiga mudah-mudahan tidak ada kendala walaupun nanti kita akan pemberlakuanya pada awal bulan Februari 2018 mudah-mudahan tidak ada kendala dan sekarang ini kita sudah siap,”ungkapnya

Tak hanya itu, Menurut Mulyanto bahwa kami sangat senang
responnya dari pihak ketiga atau pelaku bisnis cukup baik karena kelihatannya mereka pihak ketiga sangat responsif pada kebijakan sistem yang baru.”

“Antusiasnya sangat bagus kami sangat senang adanya responsif terhadap kebijakan yang baru.”imbuhnya.

Ditempat yang sama Thomas Sembiring selaku Ketum ASPIDI mengatakan kegiatan traning ini bertujuan untuk merelasisasikan aplikasi PPK online kepada para amggota/importir.”Semua importir diharapkan bisa mengusai PPK online karena dengan mengusai teknologi ini waktu kepengurusan jauh lebih cepat,efisien dan tidak memakan waktu,”tegasnya.

Tak ketinggalan Ketua Dewan ASPIDI Juard Effendi mengatakan pada prinsipnya kami sangat mendukung program pemerintah ini, karena memungkinkan dunia usaha mempercepat penyelesaian pengeluaran barang dipelabuhan.dengan sistem baru diproses dulu sampai sertifikat pelepasan mau diterbitkan baru dokumen asli dibawa.”Kami sangat mendukung program ini,”ujarnya.

Seperti diketahui cara proses registrasi adalah beberapa poin penting pelaksanaan registrasi penggunajasa karantina pertanian adalah sebagai berikut:

1. Diberlakukan validasi data penggunajasa/perusahaan tetap berdasarkan :

o NPWP penggunajasa/perusahaan.

o SIUP yang masih berlaku.

o Surat Keterangan Domisili yang masih berlaku

o KTP penanggung jawab

2. Diberlakukan validasi data perorangan/pribadi berdasarkan:

o KTP / PASPOR yang masih berlaku

Sedangakan Validasi Registrasi
Adalah Proses registrasi dinyatakan disetujui apabila data yang dimasukkan oleh penggunajasa karantina

“Pertanian sudah tervalidasi. Namun jika data yang dimasukkan tidak dapat tervalidasi meskipun telah memasukan data yang sesuai dengan yang tertera pada form registrasi, maka penggunajasa
karantina pertanian akan menerima pemberitahuan melalui email.” (han)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *