Perpadi : Panen Raya Takan Dapat Mencukupi Kebutuhan Beras

IMG-20180207-WA0027
JurnalNusantara. com – Pasokan beras di pasar semakin berkurang, dan diprediksi akan berlangsung ke depan. Meski panen raya mulai berlangsung, stok yang didapat diperkirakan tidak akan mencukupi kebutuhan.

Salah satu indikatornya saat ini bisa dilihat dari pasokan beras di Cipinang, Jakarta. Posisi stok pada Minggu (4/2) sebanyak 22.707 ton per hari. Padahal, dalam kondisi normal rata-rata stok beras berkisar 25.000-30.000 ton per hari.  

“Indikator kurang itu karena pasokan di Cipinang kan. Untuk menambah itu dilakukan dengan operasi pasar. Tapi kalau hanya mengandalkan operasi pasar tetap tak berdampak. Satu sisi, stok di Bulog kan jauh dari ikhtiar, itu yang harus dibenahi semuanya,” terang Ketua DPD Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) DKI Jakarta Nellys Sukidi, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, stok beras di pasaran yang kurang ini terjadi sejak November 2017. Penyebabnya, lahan yang digunakan petani untuk menanam padi semakin berkurang. 

Ironisnya, pemerintah terkesan lupa menyeimbangkan ketersediaan lahan dengan kebutuhan penduduk yang terus bertambah. Alhasil, pemerintah mau tak mau harus melakukan impor untuk menutup kekurangan tersebut. Selain itu, beras impor harus menyelaraskan harga di pasaran.

“Dulu lahan pertanian yang ada di Cikarang itu banyak sekali. Sekarang sudah dikonversi jadi lahan nonpertanian, siapa yang bertanggung jawab atas hasil itu? Kasihan petani,” ungkapnya.

Dia mengatakan, yang penting impor beras yang dilakukan tidak merugikan petani. “Kalau enggak ada barang di Bulog, siapa yang jamin panen yang akan datang itu berlimpah. Kan belum tahu masih berbentuk tanaman, masih di lahan. Itu barang masih di sawah jangan dipandang sebagai buffer stock,” tuturnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *