Kalah di PTUN, Asphurindo Syam Resfiadi Siap Ajukan Kasasi di Mahkamah Agung

IMG-20180213-WA0032
JurnalNusantara. com – Perkara sengketa kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), Ketua Umum hasil keputusan Munas II Bogor Syam Resfiadi akan segera mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) terkait keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) yang memenangkan gugatan Magnatis Chaidir pada 24 Januari 2018.

“Laporan pidana di kepolisian masih berlanjut dan untuk kasasi ke MA tetap akan kita ajukan,” kata Syam Resfiadi dalam keterangan persnya, Selasa (13/2/2018).

Pria yang selalu memakai peci putih ini mengungkapkan jika ingin mendapatkan itu (kekuasaan-red) harusnya dengan cara yang lebih elegan. “Harus konstitusional melalui Munaslub yang sesuai AD dan ART,” imbuhnya.

Asphurindo menyatakan telah melaporkan Asphurindo versi Munaslub ke Polda Metrojaya. Pihak kepolisian juga sudah melakukan penyidikan terkait dugaan tindak pidana pemalsuan dan menempatkan keterangan palsu dalam akta otentik. Kedua tersangka dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam Akta otentik dan pemalsuan akta otentik sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP.

Terkait dengan terbitnya SK Menkumham RI sq Dirjen AHU No. AHU-0000- 143.AH.08 Tahun 2017 tentang pengesahan Perkumpulan Penyelenggara Haji Umroh dan In-Bound Indonesia (Asphurindo) yang didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 28 yang dibuat oleh Notaris Masdar Lira, SH, Notaris di Bekasi, Asphurindo melalui kuasa hukumnya telah mengajukan gugatan TUN di PTUN Jakarta. Namun Majelis Hakim TUN, dalam putusannya tanggal 31 Agustus 2017 menyatakan menolak gugatan tersebut.

Selanjutnya terhadap putusan tersebut, Asphurindo Syam Resfiadi mengajukan upaya hukum banding, sehingga
perkara tersebut belum dinyatakan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewisjde).

Namun, pada 24 Januari 2018 Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta telah memenangkan gugatan Magnatis Chaidir dalam perkara sengketa kepengurusan Asphurindo. Putusan ini sekaligus memperkuat keabsahan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI No AHU-0000143.AH.01.08.TAHUN 2017 tentang susunan kepengurusan Asphurindo pimpinan Magnatis Chaidir. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *