14 Ormas Islam Ini Nyatakan Perang Terhadap Hoax

IMG-20180309-WA0069

JurnalNusantara. com – Ketua PBNU Said Agil Siradj mengatakan penyebaran fitnah dan berita hoax hukumnya haram dalam sisi agama. Dan dilihat dari sisi kenegaraan, menurutnya dapat menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa serta NKRI.

“Untuk itu kepada semuanya, janganlah menyebarkan berita-berita dari Medsos yang tidak jelas dari mana sumber dan kebenarannya,” ungkap Said Agil saat dihubungi wartawan di Sekretariat Lembaga Persahabatan Ormas Islam ( LPOI ), Jakarta, Jumat (8/3/2018).

Dalam pernyataan itu juga, Ia meminta kepada seluruh masyarakat agar menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. “Intinya juga, masyarakat untuk tidak mudah percaya pada berita-berita yang menyinggung serta menjelek-jelekan kelompok maupun individu,” kata pria berkaca mata ini.

Said menegaskan, bahwa dirinya bersama 14 ormas yang tergabung dalam Lambaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) mengutuk kelompok-kelompok yang menerbitkan media sosial untuk memecah belah NKRI, menebar berita bohong, fitnah dan hoax.

Atas dasar itu, LPOI mendukung dalam penegakan hukum kepada pelaku penyebar Hoax dalam hal ini tanpa adanya tebang pilih. Terlebih, 14 ormas ini, menyatakan perang terhadap hoax. “Pernyataan tersebut dituangkan dalam pernyataan bersama yang ditandatangai, pimpinan ormas Islam yang tergabung dalam LPOI pada hari ini,” terangnya.

Untuk diketahui, 14 0rmas yang tergabung dalam Lambaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) tersebut yakni, Nahdatul Ulama,Al -Irsyad, Al-Islamiyah,Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Azzikra, Syarikat Islam Indonesia, Alwashliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Persatuan Ummat Islam (PUI) , Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI) dan Nahdlatul Wathon. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *