Mensos Minta Pemda Kawal Penyaluran Bansos PKH

IMG-20180312-WA0086

JurnalNusantara. com – Usai dicanangkannya bulan Februari sebagai bulan tuntas bantuan sosial (Bansos), Menteri Sosial RI Idrus Marham memastikan penyaluran bansos sesuai rencana dan tidak ada keterlibatan dalam Program Keluarga Harapan tahun 2018.

“Tidak ada keterlambatan dalam pencairan bansos, terbukti sudah banyak dari keluarga PKH telah mengambil dananya,” kata Mensos Idrus Marham dalam keterangan persnya di kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Bantuan sosial, ungkap Ia, dicairkan empat kali dalam setahun yakni, bulan Februari sebesar Rp500 ribu, Mei Rp500 ribu, Agustus Rp500 ribu dan bulan November Rp390 ribu.”Jadi secara keseluruhan bansos PKH diberikan sebesar Rp1.890.000 per tahun per keluarga penerima manfaat (KPM),” terangnya.

“Khusus Papua bantuannya sebesar Rp2 juta,” katanya.

Lebih lanjut, mantan sekjen Golkar ini menjelaskan untuk memastikan dana bansos yang sudah dikeluarkan, Kemensos secara kontinue melakukan rekonsiliasi dengan Himbara yang disaluran pihak bank.

“Karena itulah, untuk mengawal penyaluran bansos, Kemensos menggandeng Himbara untuk penyaluran bansos secara non tunai,” imbuhnya.

Selain itu, Kemensos juga meminta agar Pemda dapat mengawal penyaluran bansos agar tepat sasarannya didaerah masing-masing.

Untuk diketahui, penyaluran bansos PKH pada 11 Maret 2018 telah tersalurkan sebanyak 9.576.843 KPM dengan anggaran sebesar Rp4,79 triliun. Dan KPM yang telah dicairkan bantuannya di Bank sebanyak 7.340.277 KPM atau sekitar 80,26 persen.

Dan direncanakan pada 2019, Presiden Jokowi memastikan jumlah penerima bansos PKH akan ditingkatkan menjadi 15 juta KPM. Selain itu, nominal bansos PKH yang akan diterima KPM juga akan dinaikkan. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *