BNI dan GO-PAY Kerjasama Salurkan Kredit Kepada UMKM Kuliner

IMG_20180313_114603_crop_771x597-385x298
JurnalNusantara.com – Untuk mempermudah para pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terutama di bidang kuliner yang menjadi mitra GO-FOOD untuk mengakses kredit murah (kredit usaha rakyat KUR) demi pengembangan usahanya, PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk melakukan kerjasama dengan GO-PAY sebagai salah satu uang elektronik di Indonesia yang merupakan bagian dari ekosistem GO-JEK.

”Kami meiihat terdapat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM. Perbankan memiliki tantangan dalam penentuan target sasar UMKM yang lebih tepat, sementara di sisi UMKM ada tantangan terkait kemudahan akses kepada kredit murah. Bila kita melihat lebih dalam, akar pemasalahannya adalahnya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, GO-PAY berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, perbankan bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka Iebih mudah dalam mengakses kredit.” jelas Chief Executive Officer GO-PAY, Aldi Haryopratomo, dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Pasaraya Blok M, Selasa (13/3/2018).

Kerja sama strategis dengan BNI ini, lanjut Aldi, sejalan dengan komitmen GO-PAY dalam mempermudah akses Iayanan jasa keuangan bagi jutaan keluarga di Indonesia. “GO-PAY sebagai bagian dari ekosistem GO-JEK, punya visi sebagai jembatan antara perbankan dan layanan jasa keuangan dengan masyarakat. Dengan kerja sama ini, para pengusaha UMKM bisa mengakses kredit murah tanpa memerlukan agunan tambahan. Dengan persetujuan pengusaha UMKM, data transaksi di GO-PAY bisa menjadi rekomendasi dalam proses underwriting perbankan. Tahap pertama program ini menyasar merchant GO-FOOD yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para merchant tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan piafon kredit maksimai Rp 25 juta.

“Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant GO-FOOD untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkap Aldi.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harte menyambut baik kerja sama strategis yang terjalin dengan GO-PAY. Dengan memanfaatkan data transaksi GO-PAY, BNI bisa iebih mudah menentukan pelaku UMKM mana yang bisa mendapatkan kredit. Dengan proses yang Iebih efisien dan efektif, penyaiuran KUR dapat lebih cepat. Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode repayment angsuran. Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan.

“Kerjasama strategis ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menyaiurkan KUR sesuai dengan kebijakan Pemerintah. Catur berharap kerjasama ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi yang minimal harus mencapai 50% dari target KUR yang diberikan oleh Pemerintah kepada BNI sebesar Rp. 13,5 Triliun,” ucap Catur.

Sementara itu, SEVP Teknologi lnformasi BNI Bp. Dadang Setiabudi yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bawah Tim BNI dan GO‘JEK telah menyiapkan sistem aplikasi yang mudah sehingga dapat mendorong percepatan penyaluran kredit kepada UMKM GO-FOOD di seluruh tanah air.

Ungkapan lain disampaikan Chief Commercial Expansion GO-JEK, Catherine Hindra Sutjahyo. Ia mengapresiasi kerja sama antara GO-PAY dengan BNI. “Saat ini GO-FOOD telah bekerja sama dengan Iebih dari 125.000 merchant, dimana 70% diantaranya UMKM. Salah satu tantangan yang dihadapi temanteman UMKM adaiah terkait akses pembiayaan. Kami berharap dengan kemudahan akses kredit murah ini, mereka bisa mengembangkan bisnis, menjangkau pasar yang lebih besar dan menciptakan iebih banyak Iapangan pekerjaan,” ujar Catherine. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *