Sidang Lanjutan Dugaan Ijazah Palsu Hanya Dihadiri Seorang Saksi, Dua Saksi Mangkir

IMG-20180411-WA0100

JurnalNusantara.com – Memasuki sidang ke-8 dalam Perkara No.: 100/Pid.Sus/2018/PN.Tim di Pengadilan Negeri Jakarta Timur terkait dugaan tindak pidana penyelenggaraan pendidikan tanpa ijin dan penerbitan ijazah tanpa ijin sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas, sebanyak 3 saksi yang seharusnya hadir namun hanya seorang saksi yang datang.

Hakim yang memimpin sidang dengan agenda pemeriksaan Para Saksi dan Saksi Ahli sempat menegur jaksa penuntut umum terkait tidak hadirnya 2 orang saksi. Hakim menilai akan menghambat jalannya sidang jika saksi yang hadir tidak sesuai rencana.

Nursal, saksi yang dulu sebagai kepala bidang akademik kemahasiswaan dan ketenagaan kepada wartawan mengatakan, dalam rekam data di Dikti, semua program studi (prodi) dapat dilihat disana. Setiap izin itu pasti ada di kopertis.

“Perlu saya tegaskan disini bahwa semua perguruan tinggi yang dilakukan pembinaan oleh kopertis masing-masing setelah mempunyai izin. Kalau tidak punya izin, kami tidak tahu. Kalau kami wilayahnya adalah pembinaan akademik, kelembagaan, dosen dan lainnya itu setelah mereka mendapat izin di kementerian,” ujar Nursal. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *