Jelang Ramadhan, FOZ Optimalkan Himpun dan Salurkan Zakat

IMG_20180515_133800-1152x648
JurnalNusantara.com – Forum Zakat (FOZ) yang beranggotakan 253 Lembaga Amil Zakat terus melakukan upaya penguatan gerakan zakat di Indonesia. Banyaknya Lembaga Amil Zakat yang tergabung dalam FOZ yang tersebar melalui 18 wilayah di seluruh Indonesia menjadi nilai tambah tersendiri karena dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berzakat dimanapun di Indonesia.

“Bulan Ramadhan, merupakan salah satu momentum penting yang menjadi perhatian FOZ untuk bisa mengoptimalkan pengimpunan dana zakat melalui Iembaga-lembaga anggotanya di seluruh Indonesia. Bulan Ramadhan adalah momentum dimana masyarakat muslim Indonesia sedang berada dalam kondisi yang sangat prima untuk melakukan berbagai macam ibadah, salah satunya adalah ibadah berzakat. Secara umum, penghimpunan dana zakat Lembaga Amil Zakat anggota FOZ meningkat signifikan pada bulan Ramadhan,” ujar Ketua Umum FOZ, Bambang Suherman, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Bambang menambahkan, menurut data yang dihimpun oleh Litbang FOZ, penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah pada periode Ramadhan 1438 H tahun 2017 mencapai nominal Rp 693.495.759.269. Data tersebut dihimpun dari 35 Iembaga Amil Zakat anggota FOZ sebagai sampel, baik tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun Nasional. Nominal penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah tersebut memberi gambaran tingginya tingkat kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah pada bulan Ramadhan.

“Litbang FOZ juga telah mcngimpun data penerima manfaat dari total penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah pada Ramadhan 1438 H tahun 2017. Sebanyak 2.688.393 kaum dhuafa merasakan manfaat dari dana zakat masyarakat yang dihimpun oleh Iembaga Amil Zakat anggota FOZ pada Ramadhan tahun lalu. Dana tersebut disalurkan dalam berbagai macam bentuk program, antara lain pemberdayaan ekonomi umat, santunan anak yatim, beasiswa pendidikan, dan lain-lain,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama mengatakan, terhadap permasalahan sosial ekonomi di tengah masyarakat, yang lebih dilihat sesuai dengan keragaman varian-varian yang dilakukan oleh lembaga zakat diselesaikan dengan bentuk intervensi yang dilakukan di bidang pendidikan.

“Ukuran keberhasilannya yaitu dengan kita bicara masalah pelayanan masyarakat seperti di suku terasing atau di daerah terisolir yang memang akses terhadap kebutuhan dasar itu masih sulit sehingga intervensi lembaga zakat tidak hanya memberikan sesuatu fasilitas pembiayaan saja tetapi fasilitas-fasilitas dasar infrastruktur seperti listrik, sarana air bersih harus difasilitasi oleh lembaga zakat,” tutur Fuad.

Menurutnya, adanya kolaborasi antar sektor termasuk juga dengan pemerintah, dengan hasil yang akan dicapai dua kali lebih besar sehingga Dana zakat itu bisa tersalurkan untuk aspek-aspek yang lain. Yang menjadi tugas kewajiban negara untuk mengatasi juga terus berjalan, selain melakukan advokasi-advokasi terhadap masyarakat untuk mendorong munculnya kebijakan-kebijakan dan tindakan-tindakan dari pemerintah untuk mengintervensi kemiskinan melalui belanja publik yang ada di APBN ataupun di APBD. Tujuannya adalah untuk penanggulangan kemiskinan di berbagai daerah ini sudah dilakukan. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *