JPU Tuntut Terdakwa 9 Tahun Penjara dan Denda Rp. 1 Milyar

CollageMaker_20180521_151658029-960x960
JurnalNusantara.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan tindak pidana penyelenggaraan pendidikan tanpa ijin dan penerbitan ijazah tanpa ijin sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dengan Perkara Nomor 100/Pid.Sus/2018/PN akhirnya menuntut para terdakwa dengan tuntutan masing-masing 9 tahun penjara dan denda Rp.1 milyar atau subsider kurungan 6 bulan penjara.

JPU dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (21/5/2018), menilai, berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh di persidangan, para terdakwa telah mengeluarkan ijazah tanpa hak sehingga perbuatan terdakwa dinilai telah meresahkan masyarakat.

Atas tuntutan tersebut, Kuasa Hukum Korban, Sabar Ompu Sunggu, SH, MH mengungkapkan rasa bahagia dengan tuntutan 9 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum. Ia meminta agar Hakim nantinya memvonis para terdakwa sesuai dengan tuntutan yakni 9 tahun penjara

“Kami Kuasa Hukum dari korban cukup membuat senang hati para korban atas tuntutan dari jaksa penuntut umum selama 9 tahun penjara. Memang secara hukum maksimalnya 9 tahun, namun kami minta majelis hakim tetap konsisten memvonis di atas 9 tahun.

Kepada media, Kuasa Hukum meminta Hakim segera melakukan penahanan kepada para terdakwa ketika vonis dilakukan. “Kami juga berharap setelah vonis nanti, putusan atau Amar putusan pengadilan tersebut dilakukan segera penahanan. ampai hari ini kami merasa jenuh karena telah banyak pengorbanan waktu, materi maupun tenaga yang dilakukan untuk kuliah tetapi ijazahnya tidak bisa digunakan,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *