Mensos Jemput Tujuh Orang Anak Korban Bom Terorisme

IMG-20180613-WA0010

Jurnalnusantara.com – Menteri Sosial RI Idrus Marham menjemput tujuh orang anak korban terorisme kasus bom Surabaya, Jawa Timur (Jatim) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Ketujuh anak tersebut terdiri dari tiga orang laki-laki dam empat orang perempuan.

“Mereka berusia sekitar 6, 8, 11 tahun hingga 14-15 tahun,” kata Idrus saat dihubungi wartawan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (12/6/2018) sore.

Kapolda Jatim, kata Dia, menyerahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) yang diwakili oleh Staf Khusus Mensos Ismail tadi siang di Surabaya. Kemudian anak-anak pelaku bom terorisme diserahkan kepada Kemensos untuk selanjutnya akan dibina sesuai dengan aturan dan arahan dari Presiden Jokowi.

“Pembinaan terhadap anak korban bom terorisme akan dilakukan Kemensos sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana seluruh anak bangsa yang jadi korban pada konflik sosial harus ditangani secara baik-baik,” imbuhnya.

Mensos menjelaskan sesuai dengan peraturan Undang-undang (UU), anak-anak ini memiliki hak yang sama dengan anak bangsa lain. Dimana mereka perlu dibina dan memperoleh untuk hak hidup, memperoleh pendidikan dan harus diperhatikan negara.

Idrus menambahkan Kemensos akan memberikan perlindungan, pendampingam dan mengembalikan kepercayaan diri serta mengikis kemungkinan paham-paham radikalisme yang berasal dari ajaran dan pemahaman dari kedua orangtuanya. “Tentunya pemahaman radikal tersebut perlu dihapus dari mindset anak tersebut dan hal ini memerlukan waktu yang tidak sebentar,” ungkapnya.

Namun sayangnya ketika ditanya awak media, akan ditempatkan dimana tujuh anak korban bom terorisme tersebut. Mensos Idrus merahasiakan akan ditempatkan dimana tujuh anak-anak tersebut.

“Saya mohon maaf tidak bisa menyampaikan dimana lokasi penempatan tujuh anak tersebut kepada rekan-rekan wartawan. Hal ini dilakukan demi kepentingan bersama dan keamanan. Dan mereka masih perlu dilindungi, dijaga. Jadi sekali lagi mohon maaf tidak bisa disampaikan,” tuturnya.

Tentunya Kemensos akan bertanggungjawab atas keamanan tujuh anak tersebut. Mensos menegaskan akan menempatkan dan melindungi ketujuh anak tersebut di tempat yang baik dan layak.

“Kemensos akan melakukan pendampingan dan ada keyakinan ketujuh anak bisa tinggal di tempat rehabilitasi dengan baik. Selanjutnya, anak-anak akan dilihat dari tumbuh kembangannya mulai dari fisiknya, kesehatan, psikologi dan pemahaman tentang ajaran agama yang bebas dari ajaran radikalisme dalam waktu yang belum bisa ditentukan. Dan pastinya membutuhkan waktu yang panjang,” tandasnya. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *