Film AIB Berikan Gambaran Tentang Bahaya Bullying

CollageMaker_20180703_062107988-768x768
JurnalNusantara.com – Untuk memperlihatkan bahwa pelaku bullying tidak akan lolos dari akibat perbuatannya, Surya Films menggarap sebuah film AIB#CyberBully yang disutradarai sekaligus produser oleh Amar Mukhi, yang didukung oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

“Film ini sekaligus menjadi bagian kampanye nasional #stopbullying seperti intimidasi, kekerasan verbal baik di dunia nyata maupun Maya (media sosial), ancaman, paksaan hingga Terror,” ujar Amar Mukhi dalam jumpa pers trailer film AIB dan OST Jangan Dianggap Remeh, Senin (2/7/2018) di Jakarta.

Menyikapi soal bullying, Young Lex, pembawa original soundtrack lagu Jangan Dianggap Remeh berpendapat bahwa bagi dirinya lebih fokus kepada korban bullying itu sendiri dibandingkan memikirkan si pelaku.

“Yang perlu dicegah adalah orang-orang yang menjadi korban bully karena orang yang dibuli punya potensi jadi orang besar. Lagu ini mengajak bagaimana caranya mengarahkan mereka orang yang dibuli bisa bangkit. Solusinya bagi kita, ngapain mikirin orang yang ngebully tapi lebih baik kita care dengan orang yang dibuli,” ungkap Lex.

Sementara itu, pengacara kondang Hotman Paris yang hadir dalam acara mengungkapkan bahwa secara tidak sadar bullying terjadi di lingkungan keluarga terdekat itu sendiri seperti orang tua yang suka membandingkan prestasi anaknya dengan orang lain ataupun dengan kakak-kakaknya sehingga secara pelan-pelan bisa membunuh jiwa anak yang pada akhirnya juga membunuh jiwa dan raganya.

“Mari kita berupaya bagaimana mengatasi bullying sehingga menyelamatkan anak-anaknya dari korban bullying yang sudah semakin merajalela seiring dengan kemajuan teknologi seperti medsos ini. Film itu sebagai salah satu trigger untuk mengatasi akibat negatif dari bullying,” pungkas Hotman. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *