Selain Jalan Tol, Inilah Harapan Masyarakat Kaltim

IMG-20180704-WA0014

JurnalNusantara.com – Pelaku usaha kontruksi Umar Ibrahim menilai lambatnya pembangunan infrastruktur di Kalimatan Timur khususnya di kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kertanegara dikarenakan pada sistem pengelolaannya.

“Bila dibandingkan dengan kota-kota lain mungkin kota Samarinda, kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim ini yang agak terlambat untuk pembangunan infrastruktur nya,” kata Umar dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (4/7/2018) malam.

Menurut Umar yang menjadi poin keterlambatan pembangunan infrastruktur di Kaltim salah satunya terlambatnya saat pelelangan project sehingga, kata Dia, APBD tidak terserap secara keseluruhan.

Pasalnya, lanjut Umar, setiap APBD terpisahkan sebelum tahun berjalan yang seharusnya itu ada pada tahun sebelumnya. “Jadi pengelolaannya tahun berjalan, dan pada saat pelelangan selalu terlambat sehingga APBD tidak terserap secara keseluruhan. Akhirnya pembangunan mau tidak mau akan terlambat,” jelasnya.

Kendati demikian, masyarakat Kaltim sangat bersyukur sekali bila infrastruktur berjalan dengan baik, khususnya yang sedang berlangsungnya pembangunan jalan tol. “Karena dengan adanya jalan tol mobilisasi masyarakat akan mudah untuk melakukan aktivitasnya,” ungkapnya.

Untuk pembangunan jalan tol itu sendiri, ungkap Umar, sementara pembangunan jalan tol itu baru Balikpapan-Samarinda. Dan rencananya sampai pelabuhan maloi di Kutai timur.

Pelaku usaha ini pun berharap agar jalan tol segera dapat berfungsi. Selain itu, tambah Umar, jembatan pulau balang agar cepat berfungsi juga, sehingga masyarakat tidak mengantri lagi untuk naik kapal feri untuk menyeberang langsung. “Dan juga lapangan terbang agar segera juga dapat dipergunakan,” katanya.

“Mungkin tiga hal itu yang paling prinsip yang paling dibutuhkan masyarakat disana,” pungkasnya.

Kemudian, Umar menjelaskan dari lima provinsi yang ada di kalimantan Timur, daerah yang sangat riskan ada di Kaltim dan Kalut. Maksudnya, tingkat kesulitan pembangunan dalam infrastruktur.

“Disana sangat sulit sekali pembangunan infrastruktur nya bila dibandingkan tiga provinsi lain yakni, Kalbar, Kalsel dan Kalteng yang daerahnya agak datar. Kalau di Kaltim bergunung-gunung atau tinggi dan terjal,” terangnya.

Intinya, tambah Dia, masyarakat ingin ada perubahan. Jadi dirinya berharap infrastruktur harus ditingkatkan lagi agar desa desa ke kota lebih mudah dan nyaman lagi.

“Tentunya dengan infrastruktur masyarakat akan puas agar mobilisasi masyarakat akan semakin mudah dan cepat dalam melakukan aktivitasnya,” tandasnya. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *