Kompleksitas Ancaman, MenkoPolhukam : Perkuat Diplomasi Pertahanan

IMG-20180712-WA0008
JurnalNusantara. com – Untuk yang kedua kalinya Universitas Pertahanan (Unhan) kembali menggelar pelaksanaan Indonesia International Defence Science Seminar (IIDSS) 2018 yang dihelat di Grand Mercure, Jakarta.

Dalam pelaksanaan seminar yang bertagline “Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges”, secara resmi IIDSS 2018 dibuka oleh MenkoPulhukam Wiranto yang disaksikan Menhan Ryamizard Ryacudu, Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI Dr. Yoedhi Swastanto, M.B.A dan lebih dari 1000 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, khususnya yang bergerak di bidang pertahanan dan keamanan.

Dalam kesempatan itu, Wiranto menegaskan bahwa perdamaian dunia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan. Untuk mewujudkannya itu, menurut Dia, butuh komitmen dan semangat yang tinggi, strategi, dan kerja keras yang berkelanjutan.

Pada dasarnya, tentunya semua memahami bahwa tantangan bagi perwujudan perdamaian dunia ini masih tinggi, begitu pula ancaman terhadap keamanan nasional dan internasional semakin kompleks. “Sementara upaya dan kemampuan yang bisa dilakukan itu masih terbatas,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto , Rabu (11/7/2018).

Menko Polhukam yang mewakili Presiden RI mengatakan ada dua frase adanya ketidakpastian lingkungan strategis yang masih tinggi dan kompleksitas ancaman. Contoh, serangan pada teroris pada bulan Mei di Jakarta dan Surabaya lalu mengingatkan bahwa Indonesia belum lepas dari ancaman terorisme.

“Jaringan terorisme internasional seperti ini bisa muncul di mana saja,” ungkapnya.

Selain itu, kata mantan Pangab di era Presiden Soeharto itu, ada juga ancaman jenis lain yang bersifat non-militer. Misalnya, kejahatan transnasional terorganisir, bencana alam, dan siber. Dijelaskan, kompleksitas ancaman bukan hanya karena lingkungannya yang transnasional. “Tapi bisa juga ada keterkaitan antara satu jenis ancaman dengan yang lainnya,” imbuhnya.

Oleh karenanya, menghadapi ketidakpastian lingkungan strategis dan kompleksitas ancaman ini, kebersamaan dalam mencari solusi sangat penting, MenkoPolhukam mengajak untuk bersama-sama memperkuat komitmen dan semangat untuk saling melindungi, saling membangun, melalui kerja sama yang efektif, produktif dan menguntungkan semua pihak.

Di seminar IIDSS inilah, lanjut Wiranto, menjadi bagian terpenting dari upaya memperkuat diplomasi pertahanan. “Mari kita gali bersama pemikiran ilmiah dan akademis sebagai peluang-peluang yang bisa kita kembangkan untuk kepentingan bersama,” ajaknya.

Untuk itu, MenkoPolhukam berharap seminar IIDSS dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga dapat menghasilkan pemikiran, inspirasi dan dorongan bagi para pembuat kebijakan dalam memperkuat diplomasi pertahanan di kawasan regional maupun global. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *