Mensos : Mengurusi Orang Miskin, Semua Pejabat Harus Siap

IMG-20180808-WA0020
JurnalNusantara.com – Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan untuk tercapainya penurunan angka kemiskinan, semua pihak harus siap dalam mengurusi orang miskin. Idrus mencontohkan, seperti bencana di Lombok menjadi bagian terpenting dalam mengurusi masalah sosial dan semua harus siap siaga tanpa terkecuali.

“Tidak hanya sikap strategis saja, tapi setiap pejabat harus siap semua itu,” ucap Idrus saat memberikan arahan di Rapat Koordinasi Percepatan Penyaluran Bansos PKH,BPNT dan Rastra Agustus Tuntas 2018 di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Oleh karenanya, mengentaskan, mengurusi orang miskin melalui penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang maksimal. Dan kunci penyaluran bansos justru ada di kepala Dinsos bukan pada Himbara maupun Bulog. ” Disini kita perlu ada kesadaran dan kejujuran, bila penyaluran bansos akan sukses, smua harus siap,” ujarnya.

Hari ini, lanjut Dia, semua hadir dengan niat motivasi yang sama-sama, bagaimana mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan pembangunan nasional dan mencerdaskan bangsa. Agar sejahteraan rakyat bisa teratasi.

“Semua itu kuncinya ada niat, jika niatnya sama semua bisa diatur. Bila tidak ada niat yang sama tidak akan terlaksana,” imbuhnya.

Kemudian, Idrus mengungkapkan ada kabar yang baik dari survei BPS yang mengatakan bahwa ada penurunan angka lemiskinan di Indonesia sebesar 630 ribu orang menjd 25,95 juta orang atau 9,82% Maret 2018 dibandingkan per September 2017 (26,68 juta org atau 10,12%).

” Ini artinya, bahwa angka 9,82% itu merupakan yang terendah sepanjang sejarah RI dalam penurunan angka kemiskinan,” terang mantan Sekjen Golkar ini.

Menurut BPS yang disampaikan Idrus, pencapaian itu disebabkan antara lain,
Bansos tunai meningkat 87,6%. Jumlah penerima PKH thn 2017 sebanyak 6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) meningkat hingga 10 juta KPM thn 2018. Pada tahap I bulan feb dan tahap II bulan Mei 2018 telah disalurkan.

Jadi, semua kepala daerah, bupati dan kepala dinsos harus mengetahui bahwa program itu harus pada tiga orientasi,
Pertama, program yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Kedua, program yang berorientasi menyelesaikan masalah rakyat dan program harapan rakyat masa depan.

“Sehingga, baik pusat maupun daerah hanya tiga itu saja yang menjadi orientasi programnya. Dan tentunya negara harus hadir. Saya juga meminta agar data sewaktu-waktu dapat diperbaiki, agar nantinya tepat sasaran dalam penerimaan bansos,” tandasnya. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *