KSPI Minta RSIJ Batalkan PHK Idris Idham

IMG_20180910_110301-1152x648-460x259
Jurnal Nusantara.com – Upaya yang dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan Reformasi (DPP FSP FARKES-R), Idris Idham, SE dalam memperjuangkan nasib anggota yang terbelit problem penempatan tenaga alih daya/outsource yang diduga tidak sesuai aturan ketenagakerjaan, anggota yang mendapat hak pensiun tidak sesuai aturan ketenaga kerjaan, dan miss manajerial berbuntut surat PHK sepihak dengan alasan lndisipliner. Demikian disampaikan Deputy KSPI Muhammad Rusdi dalam Konferensi Pers gerakan buruh LAwan Union Busting, Senin (10/9/2018) di kantor LBH Jakarta Pusat.

“Upaya menuju PHK sudah didahului oleh surat instruksi MPKU Muhamadiyah bahwa untuk mencegah masuknya Faham Sosialis di lingkungan RSIJ Pondok Kopi maka perlu didirikan Serikat Pekerja IKRSM yang beridiologi Muhamadiyah. Lalu disambut surat berisi imbauan agar pekerja memilih IKRSM sebagai organisasi pekerjanya. Hal ini jelas jelas upaya pemberangusan Serikat Pekerja (Union Busting) dan sungguh merupakan pukulan bagi kebebasan berserikat,” ujar Rusdi.

Lebih lanjut Rusdi mengatakan, dalil yang digunakan untuk memecat sejak awal berubah-ubah dari soal melanggar bai’at sampai dengan disharmoni lalu berubah kembali menjadi PHK dengan dalih melangar pasal 19 Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Yang kontradiktifnya bahwa pasal yang disebut justeru hanya memuat sanksi demosi bagi yang melakukan indisipliner presensi kehadiran yang itu sudah di jalani Idris Idham S.E sebagai bentuk pembinaan dari pejabat menjadi pelaksana (security).

“Yang bersangkutan pernah bersama-sama melakukan upaya dialogis kepada direksi RSIJ Pondok Kopi meminta dispensasi waktu untuk menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan Serikat Pekerja, dan membuka ruang agar KSPI bisa membantu kesulitan RSIJ terkait manajerial dan permasalahan terkait regulasi kesehatan karena Serikat Pekerja juga harus memberi solusi terhadap produktifltas Rumah Sakit, akan tetapi hal tersebut diabaikan manajemen RSIJ Pondok Kopi. Hal ini amat disayangkan karena kita pernah beritikad baik membantu kinerja rumah sakit,” ungkap Rusdi. (red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *