PERMISI : Jangan Mobilisasi Emak-emak Dalam Politik Praktis

IMG_20180912_110439-1152x648-460x259

JurnalNusantara.com – Ratusan massa Perempuan Milenial Indonesia (PERMISI) menggelar aksi simpatik di depan kantor Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu), Rabu (12/9/2018). Dalam aksinya, PERMISI menyatakan 7 pernyataan sikap terkait kondisi perpolitikan saat ini.

Ketujuh sikap tersebut yaitu meminta Presiden Jokowi tidak harus mundur, namun cukup dengan cuti kampanye sesuai Undang-undang Nomor 7 tahun 2017; Menolak pelibatan ibu-ibu dalam mobilisasi dan keterlibatan Politik praktis pada pemilu dan pilpres 2019; Mendesak Bawaslu untuk mengawasi dan menindak oknum dan lembaga politik yang tidak santun dan patuh pada peraturan perundang-undangan serta menggunakan politik identitas seperti #2019GantiPresiden.

Sikap lainnya yaitu Mengajak masyarakat untuk memberikan suara pada pemilu dan pilpres 2019; Menolak pelibatan emak-emak untuk mendukung gerakan hastag #2019GantiPresiden untuk menghindari penafsiran yang ambigu di masyarakat mengingat sudah ada kandidat Capres dan Cawapres yang mendaftar secara resmi dan konstitusional di KPU; Menolak gerakan hastag #2019GantiPresiden yang dianggap gerakan inkonstitusional dan akan berakibat pada perpecahan anak bangsa; Menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar bersama-sama menjaga stabilitas keamanan menjelang pesta demokrasi pemilu 2019.

“Sangatlah tidak etis ketika ada penggiringan Kepada kelompok ibu-ibu atau emak-emak. Hal ini kami anggap sudah melampaui batas mengingat besarnya tanggung jawab ibu dalam merawat keluarga, memberikan tauladan untuk anaknya, melindungi dan mendidik anak,” ujar Ananda, koordinator aksi PERMISI.

Seharusnya, kata Ananda, dalam dunia perpolitikan, etika yang baik sangatlah diperlukan. Kita perlu memberikan edukasi Politik kepada kelompok emak-emak agar bisa mengetahui konten politik sebelum mengambil keputusan politik. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *