Lantik Dua Pimpinan PTN, Menristekdikti: Tetapkan Target yang Akan Dicapai Setiap Tahunnya

IMG-20180918-WA0047

JurnalNusantara.com – Semakin beratnya tantangan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan lulusannya. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir melantik dua pejabat baru pimpinan perguruan tinggi negeri periode 2018-2022 di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta.

Hadir dalam acara tersebut, mantan Menteri Riset dan Teknologi Kabinet Indonesia Bersatu II Gusti Muhammad Hatta (2011-2014), Inspektur Jenderal Jamal Wiwoho, Staf Ahli Menteri Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono, Eselon II di lingkungan Kemenristekdikti, serta tamu undangan lainnya.

Pejabat baru yang dilantik Menristekdikti yakni, Rektor Universitas Lambung Mangkurat Sutarto Hadi dan yang kedua adalah Direktur Politeknik Pertanian Samarinda Hamka. Sutarto Hadi melanjutkan kepemimpinannya sebagai Rektor Universitas Lambung Mangkurat untuk periode kedua, sedangkan Hamka menggantikan Hasanudin sebagai Direktur Poltek Pertanian Samarinda.

Dalam kata sambutannya, Menristekdikti Nasir mengucapkan selamat atas dilantiknya pimpinan perguruan tinggi yang baru dan terima kasih kepada pejabat yang sebelumnya. Pada kesempatan itu, Menristekdikti meminta pimpinan perguruan tinggi untuk menetapkan target-target yang akan dicapai setiap tahunnya.

Target, menurut Dia, sangat penting untuk ditetapkan untuk mengukur kinerja pimpinan perguruan tinggi. Menristekdikti Nasir mencontohkan dalam hal publikasi internasional misalnya, tahun ini sudah 100 publikasi internasional. “Dan untuk tahun depan, kita targetkan untuk naik dua kali lipat menjadi 200 publikasi internasional,” ungkap Nasir dalam rilisnya yang diterima JurnalNusantara. com, Selasa (18/9).

Selanjutnya, Menteri Nasir mengungkapkan bahwa salah satu tolok ukur keberhasilan suatu kinerja perguruan tinggi dapat dilihat dari akreditasinya, baik akreditasi institusi maupun akreditasi program studi. Kemudian Nasir menjelaskan mulai tahun 2019 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengubah instrumen akreditasi perguruan tinggi dari awalnya hanya berbasis input dan proses menjadi lebih luas dengan memasukkan komponen output dan outcome.

“Untuk itu, pimpinan perguruan tinggi harus mulai menata dan membuat target output dan outcome yang akan dicapai perguruan tingginya sehingga dapat meningkatkan nilai akreditasinya,” pungkasnya.

Oleh karenanya, pimpinan perguruan tinggi harus memetakan akreditasi program studi yang ada di kampusnya, berapa yang sudah akreditasi A, berapa yang masih B dan C. Harus ditetapkan target tahun depan berapa program studi yang akreditasi C menjadi B, dan yang dari B menjadi A. “Sehingga akreditasi institusinya diharapkan kedepan menjadi akreditasi unggul, “ imbuhnya.

Sebagai penutup, Menristekdikti menitipkan pesan khusus kepada Direktur Politeknik Pertanian Samarinda agar mampu menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi unggul. Lulusan politeknik tidak hanya lulus membawa ijazah, namun juga sertifikat kompetensi. Sedangkan kepada Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Menteri Nasir berpesan agar mampu menjaga iklim akademik yang kondusif di ULM. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *