Ditengah Krisis Kepercayaan, Umrohnesia Hadirkan Solusi Digital Dalam Ibadah Umroh

IMG_20180927_114500-1152x864-460x345

Jurnal Nusantara.com – Niat suci untuk berangkat ibadah umroh kadang terhambat oleh perilaku oknum yang mengatasnamakan agen travel. Fenomena ini memang sangat menyedihkan disaat jamaah sudah keluar biaya yang tidak sedikit, namun gagal berangkat umroh padahal para jamaah tersebut sangat ingin berangkat ke tanah suci. Melihat kondisi tersebut, sebuah platform bernama umrohnesia.co.id menawarkan sebuah solusi untuk umat Islam yang mendambakan perjalanan ibadah umroh ke tanah suci dengan mudah, aman, dan menarik.

“Umrohnesia merupakan sebuah marketplace umroh digital yang didirikan bagi para jamaah umroh di seluruh Indonesia. Bagaimanapun, di era digital sekarang, internet sudah menjadi kebutuhan yang sangat primer. Smartphone lebih lekat daripada dompet. Uang pun sudah disimpan dalam bentuk digital. Ada Bitcoin, Cryptocurrency, Escrow digemari, GoPay, GrabPay, Ovo, TCash, E-Money, E-Currency, Apple Pay, Android Pay, dan sebagainya. Sehingga, sangat dimungkinkan juga ketika berbagai paket perjalanan umroh, ditawarkan dalam sebuah sistem transaksi digital,” jelas Kunto Purbono, CEO Umrohnesia saat melaunching umrohnesia.co.id, Kamis (27/9/2018) di Jakarta.

Lebih lanjut Kunto mengatakan, umrohnesia.co.id hadir sebagai solusi ibadah digital dengan kemudahan pilihan transaksi, menawarkan potensi jamaah besar yang menjangkau segmen paling menguntungkan, dengan sistem yang sangat transparan serta sangat menjamin keamanan jamaah, dan selalu berusaha mendekatkan jamaah dengan travel. umrohnesia.co.id juga memiliki strategi Not always promo/discount, Profitable media placement, Marketplace value, more awareness for travel, Traffic optimization, serta Smart muslim enabler.

“Kami mencoba memberikan berbagai sistem jaminan, pengawasan, serta garansi. Dalam sistem dan kinerjanya, umrohnesia.co.id berupaya untuk menghapus ketidakpercayaan jamaah terhadap travel. Sehingga, para jamaah ibadah umroh tidak kapok untuk berangkat umroh, menjamin tidak adanya travel umroh yang curang, dan jauh dari kerjasama dengan travel umroh ilegal,” jelas Kunto.

Dalam kesempatan yang sama, KH. Muhammad Cholil Nafis, LC, MA, pH.D dalam tausiyahnya mengatakan, dari jumlah penduduk masjid yang ada, baru sekitar 4 juta yang baru mendaftar haji. Banyaknya orang yang masih malas daftar haji dikarenakan antriannual yang panjang. Oleh karena itu banyak yang memutuskan untuk berangkat umroh. Selain memiliki potensi ekonomi, umroh juga memberikan alternatif positif kepada masyarakat dimana umroh tidak lepas dari aspek ibadah kepada Allah. Banyak orang yang berlibur hanya semata-mata ingin menghilangkan penat dan stress padahal itu tidak bisa dilakukan tanpa adanya ruh yang rileks dan hati yang tenang. Oleh karena itu, refreshing atau rekreasi harus memiliki unsur ibadah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran MUI yang telah mendukung terhadap langkah Umrohnesia. Tentunya MUI juga mendorong bagaimana umroh ini menjadi potensi ekonomi dimana dari jumlah penduduk kita sebesar 258 juta jiwa dan jumlah muslimnya sekarang sudah 87 persen lebih, ternyata baru 10 persen yang mendaftar umroh,” papar KH. Muhammad Cholil Nafis, LC, MA, pH.D. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *