Melalui Olah Sampah Jadi Energi Listrik, Kemensos Gandeng Finlandia Untuk Berdayakan Anak Miskin di Sunter

IMG-20181010-WA0036

JurnalNusantara.com – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menerima kunjungan Menteri Pembangunan dan Perdagangan Luar Negeri Finlandia, Anne Mari Virolainen. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas kerja sama di bidang sosial dan lingkungan.

Dalam pertemuan ini, Mensos didampingi Dirjen Pemberdayaan Fakir Miskin Andi ZA Dulung, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Nahar, Kepala Biro Perencanaan Adhy Karyono, dan Direktur Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Bambang Mulyadi.

Dari pihak tamu, hadir sebanyak sepuluh orang. Selain Anne-Mari, hadir pula antara lain, Wakil Presiden Fortum Pasi Mikkonen, serta perwakilan Kementerian Luar Negeri Finlandia Tapani Kivelä, Jukka-Pekka Kaihilahti, dan Anssi Kullberg.

Kedatangan Ibu Menteri Anne beserta rombongan, menurut Mensos, untuk membicarakan kerja sama kedua negara. Yakni, bagaimana mengolah sampah menjadi energi listrik yang hasilnya untuk mengangkat nasib anak-anak miskin di pusat pengelolaan sampah di Jakarta.

Kerja sama ini, lanjut Mensos, bisa mengatasi tiga masalah sekaligus yang selama ini masih dialami Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, yakni masalah sampah, ketersediaan listrik dan penanganan kemiskinan.

“Dengan pengolahan sampah menjadi listrik, maka masalah sampah bisa kita atasi sekaligus kita bisa meningkatkan ketersediaan energi listrik. Kemudian dengan lokasi di kawasan kumuh, bisa kembangkan pemenuhan hak anak-anak miskin melalui program CSR,” kata Mensos di ruang kerjanya, Rabu (10/10).

Dengan menimbang besarnya manfaat yang bisa didapat, Mensos menawarkan kemungkinan proyek ini bisa dikembangkan di kota-kota lain di Indonesia, misalnya di Bandung.

Kemudian, untuk melaksanakan proyek ini, pihak Finlandia sedang intensif membicarakannya dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Dalam pelaksanaannya nanti, proyek ini tidak semata-mata berorientasi pada akumulasi keuntungan (profit).

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan proyek, Direktorat Anak Kementerian Sosial akan memainkan perannya untuk memastikan CSR tersebut memberi dampak positif dan signifikan terhadap pemenuhan hak-hak anak miskin.

Oleh karenanya, Direktur Pemberdayaan Sosial, Perorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat Bambang Mulyadi berharap, CSR dari perusahaan asal Finlandia yang nanti akan mengelola proyek ini, bisa mengarahkan pula kepada tujuh sasaran.

“Ketujuh sasaran itu yakni, kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, keterpencilan, ketunaan, korban bencana, dan korban tindak kekerasan/diskriminasi,” jelas Bambang Mulyadi. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *