Pengamat: Kaum Millenial Berpotensi Mengantarkan Kemenangan Melalui Media

IMG-20181010-WA0028_crop_748x464

JurnalNusantara.com – Berdasarkan hasil survei pada bulan Juli di 10 kota besar, diperoleh jumlah generasi milenial mencapai sekitar 39,7 persen. Jumlah ini dinilai cukup fantastis sehingga gaya-gaya komunikasi politik kedua calon presiden 2019 sudah mulai mengarah untuk menarik perhatian anak muda. Demikian diungkapkan Vivi, Direktur Kedai Kopi dalam diskusi publik JPMI bertema “Generasi Milenial: Penentu Kemenangan Menuju Istana”, Rabu (10/10/2018) di gedung Joeang, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kalau Jokowi memang sudah melakukan hal itu sejak pilpres 2014 dengan menciptakan dirinya baik dari sisi pakaian maupun kegiatan yang memang diarahkan untuk menarik minat anak muda,” ujar Vivi.

Pendapat yang sama dikemukakan Djoni Gunanto, Akademisi FISIP UMJ. Menurutnya, tak dipungkiri bahwa kemenangan Jokowi adalah kemenangan popularitas yang ditampilkan oleh media. Dari berita yang disampaikan kaum milenial, sebesar 41% bersentuhan dengan media online dan sajian yang mereka baca dari media online.

“Bagaimana sesungguhnya kehadiran Jokowi dari Solo ke Jakarta sampai jadi presiden, sesungguhnya ini adalah hasil dari keberhasilan kaum milenial menghantarkannya melalui media,” kata Joni.

Beni Pramula, Politisi Partai Perindo menilai, bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah kaum pemuda berumur antara 17 sampai 38 tahun ini merupakan potensi yang cukup besar. Berdasarkan data yang dirilis KPU, sebanyak 168 juta pemilih adalah kelompok milenial, namun ironisnya, kondisi pemuda saat ini sangatlah memprihatinkan karena dampak narkoba.

“Tentunya kami akan berjuang memperbaiki kondisi kepemudaan atau generasi milenial kita agar kemudian menjadi generasi yang produktif, maju dan punya karya-karya yang kreatif untuk membangun bangsa kita di masa yang akan datang,” tutur Beni.

Sementara itu, politisi PDIP yang juga mantan Presenter TVone, Brigitta Manohara, kembali menegaskan bahwa PDIP Perjuangan sangat konsen dengan kaum milenial. Ia mengaku, meskipun sering mengkritik Jokowi saat masih aktif bekerja, namun kritikan tersebut sebagai bentuk kecintaan kepada Jokowi agar bisa lebih baik lagi memimpin bangsa Indonesia.

“Kita sebagai anak muda ingin memberikan warna tersendiri dengan memberikan pilihan untuk mewakili suaranya di pemilu 2019,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *