Rektor Unindra Berpesan Pentingnya Kemandirian

IMG_20181010_091409-1152x864_crop_985x691-492x345

JurnalNusantara.com – Puluhan ribu jumlah lulusan sarjana yang dilahirkan dari tahun ke tahun terus bertambah. Namun demikian, jumlah tersebut tak perlu dirisaukan sepanjang dalam diri para lulusan sarjana tertanam jiwa kemandirian untuk terus berkreasi dengan bekal ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan kewirausahaan. Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Prof. Dr. H. Sumaryoto, di depan 1.242 wisudawan Unindra, Rabu (10/10/2018) di TMII Jakarta Timur.

“Tentunya ini menjadi tantangan kita bersama. Bagi Unindra tentunya merupakan tugas yang mulia yaitu mengentaskan masyarakat dari kebodohan. Dengan memberikan kesempatan untuk kuliah di Unindra dengan biaya yang terjangkau, ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Untuk selanjutnya bahwa ketika lulusan memerlukan lapangan kerja, selain bukan tugas Unindra dan ini menjadi tugas pemerintah, juga kita kembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Yang menentukan rejeki, jodoh dan umur adalah Allah SWT termasuk bagaimana karir para lulusan,” tutur Sumaryoto.

Yang penting, lanjut Sumaryoto, sudah punya bekal ilmu pengetahuan, kemampuan dan bahkan kewirausahaan. Ini artinya kita perlu berkreasi, mandiri, tidak harus bekerja kepada orang lain. Nah ini mungkin yang perlu disadari betapa pentingnya kita punya kemandirian dalam suatu kehidupan termasuk dalam meniti karir. Maka terlepas dari usaha kita, jangan lupa bahwa diri kita sudah dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk berwirausaha. Siapa tahu kita mempunyai bakat disana dan Allah menentukan kehidupan disitu maka kita akan terbuka peluang secara lebar.

“Oleh karena itu kita tidak perlu pesimis karena semuanya sudah diatur Allah SWT, yang penting kita sudah melakukan usaha yang maksimal dan benar, Insya Allah mendapat Ridho Allah SWT,” ungkapnya.

Selama periode semester genap 2017/2018, Unindra melaksanakan sebanyak 5 kali wisuda. Namun demikian, meskipun berkali-kali wisuda kami tetap konsisten dan taat pada aturan-aturan maupun rambu-rambu akademik yang ditetapkan oleh pemerintah, khususnya mengacu kepada Permenristekdikti Nomor 61 tahun 2016 tentang Sistem Pelaporan untuk perguruan tinggi. Unindra sudah memiliki rencana strategis untuk pengembangan yang tentunya didalamnya sudah memuat tentang berapa jumlah mahasiswa, berapa kebutuhan sarana prasarana dan lainnya.

“Semuanya sedang dalam proses. Jadi kalau ada anggapan bahwa menerima mahasiswa tanpa diiringi dengan pelayanan, hal itu adalah keliru. Jadi tidak usah khawatir walau wisuda berkali-kali, kami tidak melanggar aturan karena telah memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *