FSI Tegaskan Reuni 212 Jangan Dikotori Kepentingan Apapun

IMG_20181129_164541-1152x648-460x259
JurnalNusantara.com – Forum Syuhada Indonesia (FSI) dan Gerakan Pemuda Islam secara resmi menyatakan dukungan terhadap rencana aksi reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2018 mendatang. Dalam konferensi pers yang digelar di markas FSI, Kamis (29/11/2018), Panglima FSI, Diko Nugraha menyatakan secara tegas bahwa reuni 212 merupakan ajang silaturahmi tanpa dinodai oleh kepentingan lainnya.

“Reuni Akbar 212 ini harus ada sebagai bentuk silaturahmi umat Islam. Dengan tujuan semangat Islam dan berbangsa, kita ingin menjalin ukhuwah islamiah. Tanpa kepentingan politik maupun capres, ini adalah agenda murni dari nilai kebangkitan umat sehingga kami tidak ingin dikotori oleh politik,” ungkap Diko.

Ia meminta dan mengingatkan bahwa jika ada yang mengotori dengan atribut apapun maka pihaknya tidak bertanggung jawab. Selain itu, apabila ada alat peraga maka FSI akan paling depan menurunkan segala atribut yang bisa merusak kerukunan umat.

“Sillaturahmi yes, politik no.Tidak ada alasan apapun ketika ada oknum menghalangi umat maka kami secara tegas akan bersikap. Apabila ada oknum yang ingin menyeret 212 maka ini bukan bagian dari kami,” tegas Diko.

Penegasan lain disampaikan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam, Zulham Arief. Menurutnya, reuni Akbar 212 ini merupakan bagian dari catatan sejarah bangsa Indonesia dan umat Islam sedunia. kedua, ini juga merupakan ajakan yang biasa saja sebagaimana diatur dalam UU untuk berserikat dan berkumpul. Bersilaturahmi juga sebagaimana ada dalam ajaran Islam. Ketiga 212 merupakan komitmen keumatan dan mempertegas jati diri umat Islam.

“Kami berharap reuni ini menjadi ajang konsolidasi umat untuk saling bertukar pikiran dan gagasan. Kami juga berharap apa yang menjadi momen ini tidak dicederai oleh kepentingan sesaat. Kami tidak berafiliasi dengan pihak maupun partai manapun,” pungkasnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *