Hukum Belum Berikan Keadilan Bagi Korban Kekerasan Terhadap Perempuan

IMG_20181129_153950-1152x648-460x259

JurnalNusantara.com – Tindakan kekerasan terhadap perempuan yang meningkat setiap tahunnya menjadi keprihatinan berbagai kalangan. Berdasarkan laporan tahunan Komnas Perempuan, sebanyak 348.446 kasus kekerasan terhadap perempuan selama tahun 2017 dan 89,4 persen korban telah dibantu. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 69,7 persen.

Ketua Presidium Gerakan Indonesia Beradab (GIB), DR Bagus Riyono mengemukakan bahwa ada 4 hal yang memicu kekerasan terhadap perempuan yaitu kekuatan alam dimana lingkungan kota lebih kuat untuk menimbulkan prilaku kekerasan, sistem sosial dan nilai kehidupan yang memicu tindakan kekerasan, hubungan interpersonal yang cenderung bebas memberi ruang untuk terjadinya stimulasi bagi kekerasan seksual, dan kekuatan internal individu merupakan integritas antara libido dan otak.

“Untuk memberikan solusi, kita harus tahu penyebab secara menyeluruh. Sumber dari permasalahan itu sendiri dipicu oleh nilai-nilai yang mulai kendor. Dalam hal ini, keluarga adalah inti dari penanaman nilai-nilai. Selain itu, kita harus menanamkan sistem budaya yang beradab dan setiap individu harus menjaga diri dari pemicu kekerasan,” ujar Bagus, dalam diskusi di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Terkait dengan penegakan hukum, Evi Risna Yanti, Tim Hukum Aliansi Cinta Keluarga Indonesia menyayangkan banyaknya putusan akhir di pengadilan yang cukup ringan dari tuntutan dalam kasus misalnya perkosaan, yang membuat banyak kalangan merasa prihatin. Dalam hal ini, korban penting untuk mendapatkan sosialisasi tentang hak-hak mereka yang dilindungi oleh undang-undang.

“Kami sebagai advokat mempunyai kewajiban mendampingi korban kekerasan. Kami berikan informasi tentang hak-hak mereka dan upaya hukum yang harus dilakukan. Kalaku kami tidak mendampingi mereka, maka banyak ketidakadilan yang dialami oleh mereka,” imbuhnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *