Bangunan Tetap Dieksekusi PN Depok, Nanang : Ini Keliru dan Tidak Sah

IMG-20181206-WA0003

JurnalNusantara.com – Pengadilan Negeri (PN) Depok telah melaksanakan eksekusi pengosongan terhadap dua bidang tanah seluas 220 m2 berikut bangunan yang terdiri dua unit ruko berlantai tiga yang berada di Jalan Nusantara Raya Depok, Jawa Barat, Rabu (5/12/2018).

Eksekusi yang dilakukan PN Depok berdasarkan surat penetapan Ketua Pengadilan Negeri Depok Nompr : 12/Pen.Pdt/Eks.Peng/2018/PN.Dpk ditetapkan pada tanggal 21 Agustus 2018 dan surat Ketua Pengadilan Negeri Depok Nomor : W11.U2l/4467/HK.O2/XI/2018 tanggal 8 November 2018 perihal Undangan Rapat Koordinasi dalam rangka Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan.

Menurut Kuasa Hukum Pemohon ( Erawaty), Nanang Nilson, SH, MH Pengadilan Negeri Depok telah keliru dalam menetapkan eksekusi bangun tersebut. Pasalnya, kata Dia, eksekusi itu belum melalui proses sidang di PN Depok.

“Ya karena saat ini sedang ada gugatan perlawanan dengan register perkara Nomor : 244/Pdt.le/2018//PN.Dpk yang diajukan pendaftatannya pada 29 Oktober 2018. Dan itu masih dalam proses persidangan,” kata Nanang saat dihubungi wartawan di lokasi eksekusi, Depok, Rabu (5/12).

Kendati demikian, melihat dari hal tersebut, Nanang menilai eksekusi bangunan yang dilakukan PN Depok jelas tidak sah secara hukum.”Karena semua yang dilakukan itu belum adanya kekuatan hukum tetap (BHT),” ucapnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar PN Depok membatalkan eksekusi tersebut, atau ditunda hingga adanya berkekuatan hukum tetap (BHT). Namun, karena PN Depok tetap melakukan eksekusi bangunan tersebut hari ini, dirinya akan menunggu keputusan dari badan pengawas Mahkamah Agung yang sebelumnya sudah dilayangkan surat keberatannya atas tidak terimanya proses eksekusi yang dilakukan PN Depok.

“Kita tunggu saja keputusan dari Mahkamah Agung,” singkatnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *