Cetak Jutaan Wirausaha, HIPMI PT Jalin Kerjasama Pembiayaan

IMG-20181210-WA0036

JurnalNusantara.com – Berbicara di hadapan para peserta Rakernas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT), H. Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum DPP HIPMI PT mengatakan bahwa HIPMI PT menargetkan akan mencetak satu juta wirausaha pemula mandiri.

“Kita akan mencetak banyak pengusaha-pengusaha pemula melalui program-program yang sudah kami rancang dengan memaksimalkan pengurus di setiap daerah,” ujar Bahlil dalam acara Rakernas HIPMI PT di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Minggu (09/12/2018).

“Cita-cita HIPMI adalah menciptakan anak muda yang nasionalis dan membangun bangsa dan negara,” tambahnya.

Sedangkan menurut Rektor HIPMI PT, Said Aldi al-Idrus program satu juta wirausaha ini telah dimulai sejak 2015. Hingga tahun ini realisasinya telah mencapai 300 ribu orang. Ia yakin pada 2019 jumlahnya akan meningkat signifikan karena mendapat banyak dukungan.

“HIPMI PT telah melakukan sosialisasi dan pelatihan wirausaha pada sekitar 1.000 mahasiswa per kampus dari sekitar 37 wilayah. Program ini sangat efektif untuk menjadi inkubator bisnis,” kata Said.

Said menambahkan, mahasiswa tak hanya diberi materi tapi juga dibimbing langsung dalam menciptakan produk, sehingga dengan bimbingan tersebut mahasiswa mampu melakukan inovasi untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai jual yang tinggi.

Pada Rakernas kali ini, HIPMI PT menandatangani perjanjian MoU dengan LPDB untuk memberikan kemudahan dalam pembiayaan bisnis. Anggota HIPMI PT bisa mengajukan proposal permintaan pembiayaan bisnis dengan rekomendasi dari HIPMI pusat.

“Pembiayaan bisa dari Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar tergantung dari usahanya, jika bisnisnya potensial maka bisa dibiayai besar,” katanya.

Senada dengan Said, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartanto menegaskan dukungannya pada HIPMI PT untuk membantu menciptakan satu juta pengusaha baru di Indonesia. Bantuan ini diterjemahkan dalam sejumlah program melalui lembaga-lembaga pemerintahan.

Airlangga mengatakan pemerintah siap memfasilitasi pelatihan mau pun pembiayaan untuk generasi muda HIPMI PT. Menurutnya pemerintah berkomitmen untuk menciptakan lebih dari 4.000 UKM baru pada 2018. Menurutnya, Indonesia ini butuh sekitar empat juta wirausahawan yang dibentuk.

“Mahasiswa Indonesia strata satu itu ada sekitar 57 juta orang, 57 persen jadi karyawan dan pegawai negeri sipil, hanya empat persen yang jadi entrepreneur dan sisanya masuk LSM,” katanya.

Maka dari itu, kata Airlangga pemerintah fokus pada pembentukan wirausahawan dengan membuat lingkungan yang kondusif agar mereka bertumbuh. Airlangga mengatakan pemerintah fokus pada lima sektor usaha, yakni sektor makanan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

Untuk pembiayaan, sejumlah Kementerian terlibat, mulai dari Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, hingga Kementerian Keuangan. Pembiayaan usaha dapat melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) yang memiliki program khusus untuk pebisnis pemula.

Sementara itu, Ketua MPR, Zulkifli Hasan yang juga ikut hadir dalam acara Rakernas memberikan semangat kepada para pengusaha pemula muda tanah air untuk terus meningkatkan inovasi-inovasi, salah satunya dengan merubah mindset.

“Kalau kita ingin berbisnis itu ubah mindset dulu, untuk bisa mandiri, berani beda dengan orang lain, terus belajar, kita bisa memilih untuk punya penghasilan berapa pun per bulan,” kata Zulhasan.

Ia mengaku menciptakan pengusaha itu tidak gampang. Namun hal ini bisa dimulai dari sikap pada generasi mudanya. Para pemuda harus berani berbeda dengan orang lain menjalani roda kehidupan yang kian berkembang.

“Untuk menjadi apapun sekarang sudah mudah, mau belajar apasaja gampang, aksesnya sudah muda, makanya manfaatkan,” pesan Zulhasan kepada para hadirin yang notebennya kebanyakan mahasiswa. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *