Tonsea Charity 2nd Tornament Golf

IMG-20181214-WA0000

JurnalNusantara.com – Bertempat di Emeralda Golf Cimanggis Tapos JawaBarat, diadakan Tonsea Charity Golf 2nd Tournament 2018 dengan tema “Budaya yang Mempersatukan”, Kamis (13/12/2018). Ferdinand, Ketua Panitia Penyelanggara Tonsea Charity Golf mengatakan, pelaksanaan Tournament golf ini diharapkan terjalin hubungan baik dan komunikasi bernilai antara sesama olahragawan Golf dengan komunitas masyarakat Sulawesi Utara Tonsea, mengenal budaya lewat berbagai macam karakter dan seni tari, seni dan musik.

Lebih lanjut Ferdinand mengatakan maksud dan tujuan Tournamen ini adalah melakukan kegiatan sosial dan budaya seperti mendukung anak cacat ganda dalam bentuk kunjungan langsung dan silaturahmi dan memberikan dukungan peralatan pendidikan, sandang pangan serta kegiatan sosial bersama anggota paguyuban PNT perkumpulan kampung.

Perkumpulan keluarga (Roong/Taranak) asal Tindas di Jakarta, bekerjasama dengan Rumah Sakit Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma Jakarta mengadakan kegiatan berupa donor darah dan dukungan pengobatan massal. Acara ini menampilkan budaya Tonsea dalam bentuk musik tradisional Minahasa yaitu alat musik kolintang kayu. Perlu diketahui bahwa organisasi ini bernama Persatuan Insan Kolintang Indonesia (PiNKAN) pimpinan Lis Purnomo Yusgiantoro (Dewan Pembina) dan Anie Sudibyo (Ketua Umum).

Dengan semangat yang luar biasa berjuang bersama para dewan pengurus pusat PINKAN Indonesia tahun 2013 berhasil membawa alat musik kolintang kayu mendapatkan pengakuan oleh Republik Indonesia lewat kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia yang ditetapkan pada tanggal 13 Desember 2013.

“Besar harapan acara ini berlangsung baik dan sukses khususnya kepada para peserta dan sponsor kami mengucapkan terima kasih,” jelas Ferdinand W kepada para media.

Sementara itu, Bantel Langelo, Wakil Ketua menjelaskan, total 176 orang peserta ikut serta mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan sehari ini dan pesertanya datang dari seluruh Indonesia. Jumlah peserta lebih banyak dibanding kejuaraan amatir pada umumnya.

“Untuk itu kami, akan memulainya dengan shot gun yaitu peserta melakukan tee off bersamaan di 18 lubang yang ada dilapangan ini” jelas Bartel Langelo sebagai wakil ketua panitia.

Menurut Bartel adapun para peserta memperebutkan Piala bergilir Gubenur Sulawesi Utara untuk Best Gross Overall dan Piala Ketua Umum PNT untuk Best NETT Overall. Selain itu diberikan juga hadiah kontes Drive Nearest to the pin dan Nearest to the line. Panitia juga menyediakan hadiah berupa mobil mewah dan puluhan hadiah menarik lainnya untuk pencetak hole in one dilubang-lubang tertentu,rencana nya akan digelar tournament ke tiga pada bulan November tahun 2019 mendatang di Manado Sulawesi UTARa dengan Thema ” Maengket ” tutup nya.(yudi)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *