Syarwan Hamid: Waspadai Bahaya Asing Kuasai Aset Bangsa

IMG-20190107-WA0045
JurnalNusantara.com – Isu tenaga kerja asal China yang masuk Indonesia terus bergulir dan menjadi bola panas bagi Presiden Joko Widodo. Terlebih setelah terbitnya Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang TKA yang dianggap mempermudah warga asing bekerja di Indonesia. Kekhawatiran tersebut diungkapkan Mantan Menteri Dalam Negeri era Soeharto, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid, Senin (7/1/2019) di Jakarta.

“Bahaya laten komunis adalah sebuah kondisi keadaan yang menjadi sangat berbahaya jika hal tersebut benar-benar terjadi karena dapat merusak konsep dan keseluruhan nilai yang ada merusak tatanan bangsa,” ujar Syarwan.

Dia menambahkan, sebagai seorang yang berpengalaman di bidang intelijen selama 15 tahun, ancaman perang proksi dari Cina dan juga komunis telah berjalan di Tanah Air. Progres itu, menurut Syarwan, karena pemerintah terkesan membiarkannya dan tidak melakukan intervensi.

Menurutnya, investasi asing sudah dalam tahap yang mengkhawatirkan. Banyak aset negara yang dikuasai asing seperti reklamasi di Teluk Jakarta. Dia juga menyebut ada sejumlah aset negara yang sudah dikuasa asing di Sulawesi Tenggara dan Sumatera. Mengenai kontrol terhadap pemerintah, lanjut dia, elemen negara seperti DPR juga tidak bisa berbuat banyak. Lalu golongan menengah seperti akademisi juga lebih banyak diam.

“Yang memegang aset ini adalah nonpribumi. Saya ingin bilang, kalau terjadi konflik horizontal, salah siapa.” pungkasnya. (barley)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *