Nurhasanudin Berharap Masyarakat Berpolitik Cerdas

IMG-20190111-WA0039
JurnalNusantara.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Legislatif yang berbarengan dengan Pilpres 17 April 2019 banyak para calon anggota dewan melakukan kampanye strategis sesuai dengan peraturan yang berlaku sesuai dapilnya.Tak terkecualai Nurhasanudin S.PD.I calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil II DKI Jakarta dari Partai Amanat Rakyat (PAN) yang meliputi, wilayah Cilincing, Koja, Kelapa Gading dan Kepulauan Seribu.

Dikatakan Nurhasanudin kegiatan safari politik dengan melakukan kegiatan Istighosah bersama puluhan masyarakat dan para pengurus Pondok Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadi’in (Padepokan Kyi Santri) yang dipimpin Ustad Imron Rosadi bertempat di Kampung  Malaka 4 Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.Belum lagi bahwa dirinya mempunyai beberapa strategi berkampanye yang benar dan santun sesuai dengan yang diamanahkan oleh KPU untuk melakukan kampanye tatap muka, artinya silaturahim antara pemilih dengan yang dipilih harus saling kenal.
IMG-20190111-WA0041
“Bagi saya, masyarakat itu harus tahu dan dicerdaskan bahwa politik sekarang tidak sama dengan politik zaman dulu yang mengerahkan massa sampai menguras energi dan sebagainya,”ujar Nurhasanudin Caleg PAN yang juga putra Betawi yang sekarang masih dipercaya jadi sekretaris PCNU Jakarta Utara, kepada JURNALNUSANTARA.COM belum lama ini di Jakarta, pada Kamis (10/1/2019).

Lebih lanjut Nurhasanudin menjelaskan, memang aturan KPU seluruh Caleg hanya diberikan waktu selama kurang lebih 6 bulan untuk bersosialisasi dan salah satu cara bersosialisasi dirinya adalah masuk ke pengajian, masuk ke majelis-majelis zikir, masuk ke karang taruna dan kemana saja yang sekiranya masyarakat ingin mendapatkan pencerahan tentang visi serta misi dirinya.

“Saya tentunya akan memberikan pencerahan bagaimana cara berpolitik dengan baik dan benar, karena itu bagian dari strategi,” urainya.
IMG-20190111-WA0040
Menurutnya strategi yang dimaksud adalah dirinya ingin sekaligus nantinya mengenalkan program utama kepada masyarakat di DKI Jakarta tentang budaya Jakarta yaitu budaya Betawi, karena kebetulan ia putra Betawi yang juga sangat prihatin melihat kondisi masyarakat saat ini.

Ditengah arus budaya asing yang masuk sudah tidak bisa dibendung dan tidak dapat dicegah lagi, maka salah satunya jalan yaitu bisa bertahan, sebab tidak bisa menolaknya arus globalisasi dunia tersebut.

“Yang saya maksud bertahan itu adalah menguatkan pondasi masyarakat dengan nilai budaya lokal yaitu budaya betawi dan Alhamdulillah masyarakat mulai mengerti. Karena memang saya berkampanye  mengedepankan politik bahagia, politik yang didalamnya itu tidak ada unsur fitnah, hasut, dengki, hoax dan lain sebagainya,” terang Nurhasanudin yang juga aktif di Forum Pemuda Betawi.

Disamping itu tambah Nurhasanudin, bahwa yang tadi telah ia  sampaikan  dan  mengajarkan masyarakat untuk mengajak berfikir betapa pentingnya politik jangka panjang, untuk tidak lagi melihat Caleg itu orang yang bisa dimanfaatkan dengan akhirnya masyarakat menjual suaranya hanya dengan sembako bernilai murah maupun uang receh.

“Saya tidak ingin menawarkan hal-hal yang seperti itu, saya hanya ingin menawarkan nilai-nilai. Artinya siapapun masyarakat ketemu saya ada yang tidak akan mereka lupakan nilai pengetahuan dan nilai-nilai bagaimana berdemokrasi dengan benar, kalau mereka itu saya kasih sembako besok siangnya pasti sudah abis dan sudah lupa saya,” imbuhnya.

Selain itu Nurhasanudin juga menegaskan bahwa saat ini masyarakat khususnya generasi muda milenial  sudah sangat cerdas tidak lagi ingin caleg ini hanya memberikan janji-janjinya.

“Maka salah satu strategi visi dan misi saya adalah menawarkan maupun mengajarkan anak-anak muda itu harus bicara dengan teknologi masa depan. Saya tidak pernah berbicara tentang masa lalu maupun apa yang sudah saya lakukan karena itu sangat mudah mereka akses melalui sosial media,” urai Nurhasanudin yang juga masuk di Jajaran pengurus Bamus Betawi ini.

Ditempat yang sama Ustad Imron Rosadi salah satu pengurus Pondok Nihayatuz Zain Fi Irsyadil Mubtadi in (Padepokan Kyi Santri) mengatakan, bahwa kehadiran bang Nurhasanudin Caleg PAN Dapil II DKI Jakarta ke Padepokan Kyai Santri yang memiliki 2000 Jamaah berbasis NU ini adalah dalam rangka saling bersilaturahmi dengan sesama muslim.

“Kalau soal pilihan untuk figur caleg, bagi kami terserah haknya masing-masing jamaahnya, hanya untuk capres kami pilih pemimpin yang ada Ulamanya di NU,” tandasnya.(han)

 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *