Kembangkan Bisnis Perusahaan, Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Dengan Sejumlah BUMN

IMG-20190314-WA0030
JurnalNusantara.com – PT Pertamina (Persero) memperkuat kemitraan strategis untuk kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan dengan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).

BUMN-BUMN tersebut adalah perusahaan yang tergabung dalam Holding BUMN Pertambangan, yakni Inalum, Bukit Asam, Aneka Tambang, dan Timah, serta perusahaan pengelola bandara PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II dan maskapai nasional PT Garuda Indonesia.

Komitmen sinergi dengan Holding BUMN Pertambangan tertuang dalam perjanjian kerja sama strategis tentang acuan harga bahan bakar minyak (BBM) yang ditandatangani oleh Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra dan Direktur Layanan Strategis Inalum Ogi Prastomiyono, Direktur Pemasaran Antam Tatang Hendra, Direktur Niaga Bukit Asam Adib Ubaidillah, Direktur SDM & Umum Timah Muhammad Rizki. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Kantor Kementerian BUMN, Kamis (14/3/2019).

“Ini adalah suatu langkah yang sangat penting sehingga kita bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa. Dengan sinergi antar-BUMN ini diharapkan efisiensi bisa bertambah, BUMN makin untung dan pelayanan ke masyarakat bisa makin optimal serta bisa memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, melalui kerja sama ini Pertamina akan memberikan layanan terbaik dalam memasok BBM untuk para perusahaan-perusahaan milik negara tersebut.

“Dengan varian produk yang lengkap dan berkualitas serta layanan yang komprehensif melalui layanan Vendor Held Stock (VHS) dan Franco, Pertamina telah berpengalaman memasok kebutuhan BBM banyak perusahaan di Indonesia. Karena itu kami berterimakasih atas kepercayaan para perusahaan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi BUMN,” ujarnya.

Nicke menambahkan, perjanjian kerja sama dengan Holding BUMN Pertambangan berlaku selama lima tahun untuk jenis biosolar dan marine fuel oil 180 (MFO 180) sebanyak 25.000 kiloliter (kl) per bulan, yang akan meningkat menjadi 40.000 kl per bulan. (SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *