Kubu Prabowo-Sandi Sebut UN Jadi Beban Anak Didik, Ini Alasannya

IMG-20190318-WA0007
JurnalNusantara.com – Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bakal menghentikan sistem ujian nasional (UN) jika terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Sandiaga dalam debat cawapres di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin malam.

Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Prabowo-Sandi, Moh Nizar Zahro menjelaskan bahwa UN selama ini hanya menjadi beban bagi anak-anak didik. “Belajar bertahun-tahun tapi faktor utama kelulusan ditentukan oleh hasil UN,” ujarnya dihubungi wartawan, Senin (18/3/2019).

Sehingga, kata Nizar, tidak aneh jika sekolah menjelang kelulusan berubah menjadi bimbingan belajar (Bimbel). Dia melanjutkan, anak difokuskan untuk pendalaman materi dan melakukan berkali-kali try out.

Ironisnya, lanjut dia, UN yang sudah menyusahkan anak didik ternyata belum diterima oleh perguruan tinggi sebagai dasar penerimaan mahasiswa baru. “Melihat dampak UN tidak signifikan terhadap masa depan anak didik, maka pantas jika UN dihapus,” kata Ketua DPP Partai Gerindra ini.

Selanjutnya, kata Nizar, bisa dilakukan pembimbingan bakat dan minat kepada anak didik. “Cara ini bisa dilakukan dengan menggandeng pihak universitas dan dunia kerja,” jelas Anggota Komisi XI DPR RI ini.

Lebih lanjut, dia menuturkan bagi anak yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi diberikan saluran komunikasi dengan perguruan tinggi yang dituju. Komunikasi dijalin sedini mungkin agar jika masuk sudah ada perkenalan.

Ditambahkannya, anak didik sudah menyiapkan pengetahuan yang diharapkan oleh perguruan tinggi tersebut. “Jika anak didik ingin langsung bekerja atau berwirausaha, maka pihak sekolah bisa menyambungkannya ke pihak terkait agar keinginan anak didik dapat terwujud dengan mudah,” pungkasnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *