Shitta Adikusuma, Sukses Jalani Bisnis Usaha Studio Sulam Alis

IMG-20190328-WA0023
JurnalNusantara.com – Tak pernah terpikirkan oleh Shitta Adikusuma pemilik studio Christine Dr Brow
bahwa bisnis usaha sulam alis yang ditekuninya semakin berkembang dan saat ini sudah memiliki 2 cabang yang terletak di Surabaya dan Semarang.

Karier di dunia bisnis kecantikan dimulainya sejak tahun 2010. Kala itu, ia menjalankannya hanya untuk mengisi waktu luang di sela waktu kuliahnya dengan cara door to door, dan belum banyak orang menggunakan jasa kecantikan tersebut, akan tetapi terbukti berjalannya waktu sulam alis menjadi tren di Indonesia.

Ia juga menceritakan awal mula studio yang dibangunnya tidak besar. “Pertama kali buka di wilayah Surabaya  yang cabang ke dua di Semarang  dan akhirnya di tahun 2010 kita fokusnya di semi permanent make up, sulam alis dan  eye liner  dan kemudian ada trend lagi sulam lipatan mata (double eyelid)
mulai dari 3 tahun kebelakang dan tambah lagi service nya,” kata Shitta Adikusuma saat ditemui awak media di Surabaya.

“Kemudian di tahun 2013 sulam alis mulai mengalami trend dan menjadi kebutuhan dalam make up,” ujar Shitta Adikusuma.

Melihat fenomena sulam alis yang kian digandrungi memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk jasa layanan studio Christine Dr Brow menawarkan harga mulai dari Rp 3 juta, dengan target market pelanggan mulai dari usia 24 sampai 35 tahun.

Semakin banyaknya bisnis usaha sulam alis Shitta Adikusuma sangat optimis usaha yang dijalankan semakin berkembang karena meyakinkan client-nya selalu memberikan bahan yang terbaik dan semuanya hasil jasa layanannya bisa dilihat melihat portofolio selama ini.

“Kita jelaskan kepada client bahwa kita memiliki international standar, jadi dari bahan yang kita gunakan semua berkualitas,” tuturnya.

“Saat ini client memang sudah pintar dan kritis dan sudah bisa menilai mana hasil yang terlihat natural tanpa kita harus menjelaskan,” ungkapnya.

Mengakhiri perbincangan ia mengatakan, kedepannya kita cari (teknologi) yang terbaru, Kadang client melihatnya orang profesional tidak dalam jangka waktu lama (usahanya berdiri), akan tetapi client mencari trend yang terbaru dan mengikuti teknologi yang ada. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *