RS Royal Progress Sosialisasikan Penanganan Gangguan Pada Pembuluh Darah, Jantung dan Otak

IMG-20190330-WA0034
JurnalNusantara.com – Tingginya tingkat kematian yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah, jantung dan otak, masih cukup tinggi. Berdasarkan Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa sebesar 1,5 persen atau 15 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner. Sementara data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan 17,7 juta orang meninggal karena penyakit kadiovaskular. Dan 21,1 persen penyebab kematian disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner dan 12,9 persen disebabkan oleh stroke.

Melihat data tersebut, Direktur Utama Rumah Sakit Royal Progress, dr. Ivan R Setiadarma, MM mengatakan, RS Royal Progress Jakarta menggagas didirikannya klinik Royal Cardiac Center untuk membantu penanganan gangguan pada 3 organ. Royal Cardiac Center ini merupakan suatu layanan Angiography atau cath-lab yang melayani pasien umum dengan teknologi terkini dan dibantu oleh tenaga profesional yang kompeten.
IMG-20190330-WA0043
“Royal Cardiac Center ini akan mulai beroperasi di bulan April tahun ini yang merupakan klinik unggulan terbaru milik kami. Sebelumnya Royal Progress meluncurkan klinik Sport Medicine, klinik wanita dan klinik mata,” ujar Ivan, saat ditemui dalam acara Seminar Medis Menjaga Kesehatan Jantung, Otak dan Pembuluh Darah, di Paradise Convention Hall Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Untuk membangkitkan awareness terkait penyakit yang dapat timbul dari 3 organ ini, kata Ivan, Royal Progress menyelenggarakan Seminar Medis untuk mengingatkan pada masyarakat pentingnya mengetahui tentang penyakit yang mampu timbul melalui tiga organ, otak, jantung dan pembuluh darah. Terutama deteksi dini sehingga bisa mengurangi tingkat kematian dan biaya perawatan.

Menurut Ivan, deteksi dini sangat penting, karena terkadang penyakit yang bersumber dari tiga organ yang disebut sebelumnya, tidak selamanya menunjukkan gejala. “Kan sering terjadi, ada kematian tiba-tiba. Padahal sebelumnya tidak ada gejala. Begitu disebutkan, penyebab kematian serangan jantung. Inilah yang mau kita himbau pada masyarakat untuk melakukan deteksi dini,” urai Ivan.

Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Utara Dr. Dharmawan Ardi Purnama,SpKJ mendukungan dilaksanakannya kegiatan mensosialisasikan ancaman pada kesehatan masyarakat akibat gangguan dari tiga organ ini. Dr. Dharmawan menegaskan bahwa kegiatan ini sebaiknya dilakukan sejak usia muda. Dan secara reguler juga melakukan pengecekan kesehatan

“Masyarakat harus berubah pola pikirnya. Dengan menyadari bahwa tiga organ ini perlu dirawat sejak dini, maka harusnya masyarakat bisa memilih kegiatan yang lebih sehat. Misalnya, jangan malas untuk berbuah raga dan beraktifitas fisik. Tidak usah berat-berat atau yang perlu bayar mahal. Naik tangga atau jalan cepat menuju halte bus juga cukup,” katanya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *