Gandeng Korea, Krista Exhibition Gelar Pameran Indo Beauty

IMG_20190404_130808-1152x648-576x324
JurnalNusantara.com – Untuk pertama kalinya, Krista Exhibitions berkolaborasi dengan Korea lnternational Exhibitions & Convention Center (KINTEX) menyelenggarakan |NDO BEAUTY EXPO-The 10th International Exhibition and Conference on Cosmetics, Skincare, Fragrance and Hair Products, Equipment 8. Packaging Technology dan KOREA BEAUTY EXPO INDONESIA / K-BEAUTY EXPO INDONESIA yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 April 2019 di Jakarta International Expo UIEXPO), Kemoyoran, Jakarta. Pameran ini iuga diselenggarakan bersamaan dengan INDO HEALTH CARE EXPO The 1 11h International Exhibition on Medical & Hospital Equipments, Pharmaceutical, Health Care Products & Services.

Daud Darma Salim, Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama mengatakan, pameran ini mendapat partisipasi dari Korea dengan 185 perusahaan. Pameran ini sangat penting karena diperlukan untuk penampilan khususnya kaum wanita.

“Kita memiliki pangsa pasar besar. ke depan kami juga akan. mengundang dari negara luar untuk menjadi partnership. Kami harapkan pameran ini bisa berlangsung dengan baik,” ujar Daud.

Merujuk data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada 2017 pertumbuhan industri kosmetik mencapai 6,35%. Kemudian naik meniadi 7,36% pada triwulan 1-2018. Industri kosmetik telah ditetapkan sebagai sebagai sektor andalan dalam Rencana Induk Pembangunan lndustri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. Oleh karenanya INDO BEAUTY EXPO K’BEAUTY EXPO INDONESIA & INDO HEALTH CARE EXPO 2019 hadir sebagai platform terlengkap untuk menjawab permintaan pasar dalam negeri yang cukup besar.

“Pameran ini juga membuka kesempatan bagi terciptanya berbagai peluang bisnis untuk seluruh peserta dan pengunjung pameran. Selain dapat mempromosikan produk perusahaannya, peserta dapat bertemu secara B2B untuk berbisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama,” tutup Daud.

Sementara itu, Ketua Umum Gakeslab, Kartono Dwidjosewojo mengajak seluruh pengusaha dari berbagai negara untuk mengurus industri ini secara bersama. Selain itu, ia juga berharap terjadinya kerjasama dalam investasi di Indonesia.

“Kami menyambut baik dan menilai para anggota sangat perlu berpartisipasi aktif karena bermanfaat besar untuk pengembangan usaha, menambah wawasan dan mengumpulkan informasi serta mencari mitra kerja. Kami sangat mengharapkan terjadi kerjasama untuk berinvestasi karena kami masih import 95 persen kebutuhan dalam negeri,” harapnya. (my)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *