Bila Terjadi Sengketa Pemilu, Muhammadiyah Berharap Diselesaikan Secara Konstitusional

IMG-20190415-WA0029
JurnalNusantara.com – Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir memandang pemilu sebagai proses demokrasi yang paling memungkinkan untuk memilih anggota dewan serta presiden dan wakil presiden secara objektif dengan kepercayaan bahwa yang terpilih adalah kader-kader terbaik bangsa.

Haedar berpesan kepada semua pihak agar dapat menerima hasil pemilu dengan sabar, jiwa yang besar, tenggang rasa, saling menghormati dengan senantiasa tawakal kepada Allah Yang Maha Esa.

“Siapa pun yang memeroleh mandat hendaknya bersikap rendah hati, menjauhi euforia dan keangkuhan serta menjadikan kepercayaan rakyat itu sebagai amanat dan tanggung jawab yang tinggi untuk kemajuan Indonesia,” ujar Haedar dalam jumpa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Sementara itu, Haedar berpesan bagi yang belum memeroleh mandat rakyat terimalah dengan lapang hati dan jiwa kenegarawanan yang tinggi. Menurutnya, selaku kaum yang beriman seyogyanya setiap amanat dan hasil ikhtiar dalam politik maupun kehidupan pada umumnya harus disikapi dengan ketakwaan.

Menurutnya, jika terdapat masalah atau persengketaan pemilu maka semua pihak dapat menyelesaikan persoalan secara konstitusional sesuai perundang-undangan yang berlaku.

“Hendaknya menghindari sejauh mungkin usaha-usaha mobilisasi massa, provokasi dan aksi-aksi politik yang dapat menimbulkan konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama,” tandasnya.(SR)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *