Jelang Pencoblosan, NU Himbau Masyarakat Tidak Golput

E5A713FD-4478-4806-888B-02063B89B8B1-1024x498_crop_692x466
JurnalNusantara.com – Ketua NU Ranting Bojong sekaligus Ketua MUI Bojong, Kiyai Yeyep Abu Bakar Sholeh mengatakan, Pemilu Serentak di Tahun 2019 yang merupakan agenda kenegaraan konstitusional dan pesta demokrasi dalam rangka memilih pemimpin yang amanah untuk bangsa Indonesia wajib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, suka cita dan gembira.

“Suara kita adalah penentu keberlangsungan bangsa ini. Dengan menggunakan hak pilih, maka kita ikut bertanggungjawab atas menentukan arah bangsa lewat orang yang kita pilih. Golput bukanlah pilihan tepat dalam negara yang demokrasi seperti Indonesia ini,” ujar Kiyai Yeyep Abu Bakar Sholeh dalam acara Tausiyah Kebangsaan Dengan Tema “Dari Pesantren Menuju Pemilu Damai dan Menolak Golput” yang dilaksanakan oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) bersama NU Ranting Bojong dan Yayasan Tawassut di Majelis Pengajian Tarbiyatul Mubtadiin Bojong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/4/2019).

Kiyai Yeyep juga mengingatkan bahwa Pemilu menjadi momentum ikhtiar kolektif untuk perbaikan kehidupan bangsa dalam rangka menjaga nilai-nilai agama dan mensejahterakan umat manusia (hirasat ad-din wasiyasat ad-dun-ya). Oleh karena itu, masyarakat yang mempunyai hak pilih dihimbau untuk menggunakan hak pilih sebaik-baiknya, dan tidak memutuskan untuk tidak memilih atau golput (golongan putih).

Kepada para penyelenggara pemilu yaitu KPU, Bawaslu dan DKPP, Kiyai Yeyep menghimbau agar mereka bersikap independen, imparsial, profesional, responsif, transparan dan akuntabel agar dapat terselenggara pemilu yang demokratis, tertib, aman, jujur, adil, berkualitas dan bermartabat.

“Keadaan tersebut membuat rakyat dapat menggunakan hak pilihnya dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, gembira, dan tanpa adanya tekanan dan paksaan,” jelasnya.

Kiyai Yeyep meminta kepada partai politik, calon anggota legislatif dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden serta seluruh tim pendukungnya untuk tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan pemilu dan pelanggaran hukum lainnya termasuk tidak menggunakan politik uang dan kampanye hitam (black campaign), demi kepentingan pribadi maupun kelompok. (Red)

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *